Ini Penjelasan Ahmadiyah Kalbar Terkait Tudingan FUMPE

oleh

SANGGAU – Mubaligh Ahmadiyah Kalbar, Anom Tulus sangat menyayangkan sikap Forum Umat Muslim Perbatasan (FUMPE) yang walk out dari dialog terkait keberadaan mereka di perbatasan Entikong yang difasilitasi Kantor Kementerian Agama Samggau, Jumat (02/11/18).

“Kami diundang untuk berdiskusi. Namun kami menyayangkan dari FUMPE memilih walkout tanpa mau sedikit pun mendengar penjelasan kami,” kata Anom Tulus menyikapi sikap FUMPE yang tegas tidak mau berdialog dengan mereka.

Dikatakan Anom, ketika tidak mau mendengarkan penjelasan yang berbeda pendapat ini merupakan suatu kemunduran. Meskipun begitu, Ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah mengadakan acara tersebut.

“Walaupun kami hanya diberi waktu kurang lebih 7 menit, sedangkan sisa waktu 2 jam lebih untuk melemparkan fitnahan kepada kami tanpa memberi ruang untuk menjelaskan bahkan kami tidak diperkenankan untuk menjelaskan.” ujar dia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Forum Umat Muslim Perbatasan (FUMPE) walk out dari ruang dialog terkait Ahmadiyah yang difasilitasi Kantor Kementerian Agama Sanggau, Jumat (02/11/18) siang.

Ketua FUMPE Raden Nurdin tegas menolak berdialog dengan Ahmadiyah terkait ajaran yang mereka bawa di Entikong. Menurut Nurdin, Ahmadiyah jelas – jelas organisasi terlarang berdasarkan SKB tiga Menteri yakni Menteri Agama, Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri yang diperkuat dengan keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) nomor 11 tahun 2005 tentang aliran Ahmadiyah.

“Saya ingin mengklarifikasi surat yang kami tujukan ke Kemenag waktu itu yang intinya kami ingin beraudiensi dengan Kemenag dan aparat hukum, jadi kami tidak mau lagi dialog dengan Ahmadiyah,” kata Raden Nurdin sebelum meninggalkan ruang dialog.

Dikatakan Nurdin, sapaan akrabnya, FUMPE tidak ingin ada Ahmadiyah di Entikong.
“Silakan ditempat lain, jangan ditempat kami. Kami yakin mereka (Ahmadiyah.red) ini penghianat agama. Ini forum terhormat tidak perlu lagi ngundang mereka,” kata Nurdin.

Nurdin bahkan menantang Ahmadiyah untuk mubahallah (bersumpah) yang menyebut barang siapa yang menistakan Mirza Gulam Ahmad akan mati dihinakan.

“Saya tantang bersumpah hari ini, kalau saya tidak mati dalam tiga hari saya minta kalian angkat kaki dari Entikong. Saya yakin Nabi Muhammad itu nabi terakhir dan anda yakin Mirza Gulam Ahmad itu nabi kalian, saya rasa tidak perlu berdebat, kita bersumpah saja hari ini,” pintanya. (indra)