Bupati Sekadau Resmikan Gereja Santa Sisilia

oleh

SEKADAU – Bupati  Sekadau, Rupinus didampingi Uskup Sanggau, Mgr. Yulius Mancucini kembali meresmikan gereja Santa Sisilia stasi Gonis Tekam Paroki Santo Petrus Rasul Monumental, Minggu (21/10/18).

Sebelum acara peresmian, seperti kebiasaan adat istiadat suku Dayak, orang nomor satu dibumi Lawang Kuari didaulat untuk melakukan pancung buluh muda, sebagai tanda sebelum memasuki halaman gereja. Baru kemudian acara peresmian dilaksanakan. Acara dilanjutkan dengan pemberkatan bagian luar gedung Gereja oleh Uskup, dilanjutkan dengan misa Kudus yang diikuti oleh ratusan umat dari stasi Gonis Tekam.

Usai misa kudus, acara seremonial kembali dilanjutkan dengan mendengarkan beberapa kata sambutan dari berbagai pihak, yang pertama adalah kata sambutan dari ketua panitia pembagunan Paulus Ahau.

Dalam paparanya Ahau menjelaskan bahwa untuk membangun gereja dengan ukuran 12 m x 24 m diperlukan waktu bertahun-tahun untuk mengumpulkan dana dari masyarakat, sehinga terkumpul dana sekitar Rp166 juta, ditambah sumbangan dari Pemkab Sekadau sekitar Rp300 juta dan dari para donatur sehinga terkumpul lah dana yang dibutuhkan yakni Rp639 juta.

“Untuk membangun sebuah gereja yang megah ini, kami menbutuhkan waktu bertahun-tahun memgumpulkan dana. Sehinga tahun ini baru bisa terbangun. Untuk itu, saya mewakili umat dari stasi Gonis Tekam mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Sekadau dan para donatur lainya,yang telah menbantu pembangunan Gereja ini,” kata Ahau.

Ditempat yang sama Simon Petrus mantan bupati Sekadau berpesan kepada umat di stasi Gonis Tekam agar selalu membuat Gereja ini indah dengan cara mengisinya dengan doa setiap hari Minggu.

“Saya minta ibu-ibu dari stasi Gonis Tekam untuk selalu menghiasi gereja ini dengan indah setiap hari Minggu, yakni dengan berdoa didalamnya,” pesan Simon.

Sementara itu Uskup Sanggau Mgr. Yulius Mancucini dalam sambutannya meminta agar umat tetap menjaga persatuan dalam gereja dengan cara berdoa bersama setiap hari Minggu.

Sekarang kata Uskup lagi, para umat di stasi Gonis Tekam telah memiliki gereja yang representatif. Namun, bukan hanya gereja yang baokndan bagus akan tetapi iman umatnya juga harus baik dan kuat seperti kokohnya bangunan ini.

Terbangunnya sebuah Gereja kata dia lagi, adalah sebuah ungkapan dari rasa sukur umat Tuhan bahwa mereka mencintai Tuhan. Karena didalam gereja ini akan mendapat berkat Tuhan.

“Saya minta agar para umat tetap mewariskan iman mereka kepada anak-anak mereka. Sebab, untuk itulah gereja hadir didalam diri kita dan dalam bentuk bangunan yang kokoh dan kuat ini. Harapanya tentu agar iman kita semakin kuat kepada Tuhan,” pesan Uskup

Sementara itu dalam pesan singkatnya Bupati Sekadau Rupinus meminta, agar setelah dibangun gereja ini harus di rawat dengan baik.  Perawatan yang dimaksud adalah perawatan secara lahiriah maupun secara fisik. Gereja hadir kata dia, tentu untuk merawat iman umatnya dan gereja juga sebagai penyambung hubungan kita dengan Tuhan. Dimana ketika kita berkumpul untuk berdoa kepada Tuhan, maka Tuhan pasti hadir.

“Dengan merawat gereja ini dengan baik, kita juga telah merawat iman kita. Maka pesan saya rawat bangunan ini dengan baik, artinya kita sudah merawat hubungan kita dengan Tuhan dengan cara mendatanginya setiap hari Minggu,” pesan bupati.

Hadir pada acara peresmian tersebut wakil bupati Aloysius, bupati Rupinus, didampingi istri, Uskup Sanggau Mgr, Yulius Mancucini, Pastor kepala paroki Paraoki Monumental Herinimus Latu Maing, hadir pula sejumlah kepala OPD, Kapolres Sekadau, Abuntono, Aron anggota DPRD kabupaten Sekadau, Martinus Sudarno anggota DPRD provinsi kalimnatan barat,tokoh masyarakat Simon Petrus dan istri, tampak hadir camat Sekadau hilir Sya’fei dan istri. (sutarjo)