Berkat Mediasi Bawaslu, PKPI Sekadau Siap Ikuti Pemilu 2019

oleh

SEKADAU – Setelah dinyatakan terlambat sekitar 7 menit saat mengantar Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) DKP Partai Keadilan Persatuan Indoesia  (PKPI) Kabupaten Sekadau tanggal 23 September 2018 jam 18.00 sebagai batas akhir, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sekadau menyatakan keberatan menerima berkas tersebut.

Sehingga, atas keterlambatan tersebut, dituangkan dalam berita acara KPU Sekadau nomor : 93/PL.01.6-BA/KPU-kab/X/2018 tentang penerimaan Laporan Dana Kampanye peserta Pemilu tahun 2019.

Keberatan KPU menjadi sengketa antara KPU dan PKPI Sekadau. Dan berdasarkan surat permohonan DKP PKPI tertangal 3 Oktober 2018 kepada Bawaslu Kabupaten Sekadau, pada tanggal 4 Oktober 2018, Bawaslu meregisterkan sebagai permohonan pemohon menjadi sengketa kedua, dengan nomor register sengketa :01/PS.Reg/20.14/X/2018.

Divisi Hukum, Penindakan dan Sengketa Badan pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sekadau, Al Aminuddin mengatakan, sengketa antara PKPI dengan KPU sudah diselesaikan melalui mediasi di kantor Bawaslu, Jumat (05/10/18).

Keputusan Bawaslu melalui berita acara nomor register :01/PS.Reg/20.14/X/2018 yang isinya memerintahkan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sekadau merubah berita acara nomor: 93 /PL. 01.6-BA/KPU-kab/X/2018.

“Sesuai keputusan dalam mediasi tersebut, semua pihak sudah menerima keputusan Bawaslu tersebut termasuk KPU. Sehingga Bawaslu Kabupaten Sekadau memerintahkan KPU untuk mengubah BA nomor 93, terhitung sejak dibacakan berita acara dalam waktu tiga hari kerja,” kata Al.

Sementara Ketua KPU Sekadau, Drianus Saban, sebagai termohon dalam sengketa ini mengatakan, sesuai hasil mediasi, pihaknya harus melaksanakan perintah Bawaslu guna merubah Blberita acara nomor 93 setelah salinan berita acara di terima oleh KPU.

Untuk melaksanan perintah itu kata Saban, dirinya akan berkordinasi dengan KPU provinsi dan KPU pusat.

“Kita akan laksanakan perintah Bawaslu apabila salinan keputusan sudah kita terima. Kita akan laksanakan tiga hari kerja, sesuai hasil mediasi,” kata Saban.

Sedangka ketua DKP PKPI Kabupaten Sekadau, Welbertus Willy mengatakan,  terlambatnya LO partai menyampaikan berkas LADK ke KPU, karena ada kendala. Sebab, kendaraan yang digunakan LO mengalami kerusakan di jalan.

“Kendaraan yang digunakan LO rusak di jalan. Sehingga, tidak tepat waktu sampai ke kantor KPU,” katanya.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama Bawaslu Kabupaten Sekadau karena sudah bersedia melakukan mediasi dengan KPU Sekadau sebagai termohon.

Sebab kata dia lagi, partainya selalu berusaha mengikuti semua aturan yang berlaku.

“Saya bersyukur akhirnya PKPI Sekadau siap sebagai peserta Pemilu,” kata Willy. (sutarjo)