Tinggal di Malaysia, Ini Alasan Ayah Nursaka Sekolahkan Anaknya di Indonesia

oleh

SANGGAU – Kondisi ekonomi membawa keluarga Sudarsono (53) pindah ke tanah jiran, Malaysia. Selepas bangkrut dari usaha berjualan makanan yang dibangunnya susah payah di Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Ayah empat anak ini memboyong keluarganya ke Tebedu, salah satu kecamatan perbatasan di Malaysia dengan Indonesia.

Di Tebedu, pria asal Banyuwangi, Jawa Timur ini memulai usahanya dari nol sebagai buruh tani dan menjaga ternak ayam milik warga setempat. Kehidupan keluarga perantau ini perlahan terbuka setelah anak keduanya, Nursaka (8) viral di media sosial karena setiap hari bolak-balik melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia untuk sekolah.

“Dulu saya buka usaha rumah makan di Entikong, tapi bangkrut hancur-hancuran sampai sekarang ini. Sekarang saya kerja di kebun nanam sahang, sayuran. Tapi ndak tentu juga hasilnya, kadang seminggu panen, tapi lebih banyak yang kena penyakit (hama),” tutur Sudarsono dikediamannya yang berjarak sekitar tiga kilometer dari PLBN Entikong, Senin (10/09/18).

Ia menceritakan, rumah yang ditempatinya sekarang bukan miliknya, tapi punya warga Malaysia yang ditumpangkan kepadanya. Dirumah ini Sudarsono tinggal bersama Istrinya, Julini (32), Nursaka dan kedua adiknya yang berusia dua dan tiga tahun. Sedangkan anak pertama mereka tinggal dirumah neneknya di Jember, Jatim.

Dari dokumen kependudukan yang dimilikinya, keluarga Sudarsono tercatat sebagai warga Dusun Entikong Tapang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Meski tercatat sebagai warga Entikong, Sudarsono enggan meninggalkan tempat tinggalnya yang sekarang.

“Saya bingung mau kerja apa kalau tinggal di Entikong. Disana ndak ada kerjaan, rumah juga sudah ndak ada. Entikong kehidupannya mahal, semua beli, sayur mahal. Disini saya masih bisa metik di kebun. Anak saya banyak, tambah sulit kalau di Entikong,” kilahnya.

BACA JUGA :  CERITA NURSAKA, BOCAH SD PELINTAS BATAS NEGARA

“Tapi Saka tetap saya sekolahkan di Entikong, soalnya anaknya memang mau sekolah disana. Biar pintar, semuanya harus sekolah. Saka nanti sampai SMA mungkin di Entikong, kalau bisa kuliah, nanti biar nyusul kakaknya di Jember,” ceritanya.

Sebelumnya diberitakan, Nursaka, anak kedua pasangan Sudarsono dan Julini viral di media sosial. Bocah yang duduk di kelas 3 SDN 03 Sontas, Entikong tersebut setiap hari pergi dan pulang sekolah melintasi perbatasan negara di Entikong, Indonesia – Tebedu, Malaysia seorang diri. Aktifitas bocah pelintas batas negara ini pertama kali diunggah oleh Kantor Imigrasi Entikong. (indra)