Pemkab Landak Bentuk Posko Karhutla

oleh

LANDAK – Pemerintah Kabupaten Landak telah membentuk posko Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di 13 kecamatan se-Kabupaten Landak.

“Kita telah melakukan pertemuan dengan Dandim Mempawah, Polres Landak, Ketua DPRD dan Wakil Bupati dan beberapa pihak lainnya untuk menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di kabupaten Landak,” ungkap Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa kepada wartawan, Senin (20/08/18).

Menurutnya, pada pertemuan tersebut, membahas berbagai perkembangan dan situasi yang terjadi di lapangan terkait kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi. Dan dari hasil pertemuan tersebut disepakati, Pemkab Landak akan membentuk posko penanganan kebakaran hutan dan lahan di 13 kecamatan yang ada.

Tiga belas kecamatan yang ditetapkan itu merupakan kecamatan yang masih rawan akan kebakaran hutan dan lahan.

“Kita juga sudah menyiapkan operasional untuk posko tersebut baik peralatan pemadam kebakaran, hingga peralatan pendukung lainnya. Untuk anggotanya, posko tersebut diisi dari lintas sektoral, TNI/Polri dan  BPBD Kabupaten Landak,” katanya.

Mantan anggota DPR RI dua periode itu juga mengatakan, melalui posko siaga Karhutla tersebut, nantinya petugas yang disiagakan disana akan melaksanakan administrasi dan pelaporan, pengendalian dan pengoperasian petugas piket, monitoring dan koordinasi dengan dinas /Instansi terkait,

Posko siaga Karhutla itu, juga dilengakapi dengan peralatan seperti tong air, mesin portable, kepyok, selang, nozzle, handytalkey (HT), GPS dan armada yang siap siaga untuk penanganan dan mensosialisasikan Karhutla di wilayah Landak.

“Ini bukti keseriusan kita untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan. Untuk mencegah ini, peran aktif masyarakat jelas sangat diperlukan,” katanya.

Dia berharap, masyarakat yang ada di Landak, khususnya para petani untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam membuka ladang.

“Mari kita manfaatkan lahan yang ada dengan pengelolaan yang lebih baik, karena jika pembakaran lahan ini terus terjadi, maka akan banyak dampak yang kita rasakan,” pungkasnya. (Rilis)