JPU Tuntut Terdakwa Penggelapan Dana Penjualan Cengkeh Satu Tahun Penjara

oleh
Sidang kasus pengelapan penjualan cengkeh. Foto : Istimewah

MEMPAWAH – Sidang lanjutan ke 5 dengan agenda pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Edi Sinaga terkait kasus penggelapan dana cengkeh senilai ratusan juta rupiah dengan terdakwa, Edi Hartono yang sebelumnya ditunda, kembali digelar di Pengadilan Negeri Mempawah, Rabu (01/08/18) sekitar pukul 11.00 Wib.

Sidang tuntutan terdakwa Edi Hartono ini, dipimpin oleh Hakim Ketua I Komang Dede Prayoga dan Hakim Anggota Erly Yansyah dan Arlian serta Jaksa Penuntut Umum Edi Sinaga.

Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum dengan lantang membacakan berkas tuntutan sebanyak beberapa lembar  bagi terdakwa kasus penggelapan uang pembelian cengkeh sebesar ratusan juta rupiah ini.

Dalam kasus ini, Jaksa Penuntut Umum melakukan tuntutan terhadap terdakwa dengan satu tahun penjara yang di dengar oleh Hakim Kertua, Hakim Anggota dan terdakwa serta di dengar oleh warga yang menghadiri berjalannya sidang tersebut.

Setelah JPU membacakan surat tuntutan itu, akhirnya Hakim Ketua I, Komang Dede Prayoga menanyakan kepada terdakwa dengan tuntutan yang dibacakan oleh JPU kepada terdakwa

“Bagaimana terdakwa,dengan tuntutan yang di bacakan Jaksa Penuntut Umum barusan, apa ada keberatan atau diterima dan Kamu merasa keberatan dan minta keringanan,” ujar I Komang Dede Prayoga dalam persidangan.

Merasa keberatan dengan tuntutan yang dibacakan oleh JPU, terdakwa Edi Hartono mengungkapkan dalam sidang dirinya merasa keberatan dengan somasi tuntutan yang dijatuhkan ke dirinya.

“Saya merasa keberatan dengan tuntutan yang dibacakan oleh JPU kepada diri Saya, dan Saya akan mengajukan keringanan dengan tertulis pak Hakim,” ungkap terdakwa dalam persidangan.

Usai terdakwa menyampaikan permohonan keringanan, akhirnya sidang bacaan tuntutan terhadap terdakwa kasus penggelapan nada cengkeh ratusan juta rupiah ini ditunda sepekan, dan dilanjutkan Minggu depan, dengan dijadwalkan penyerahan secara tertulis yang ditujukan kepada Hakim Ketua. (**)