Ternyata.! Ini yang Bikin Anak Bahagia

oleh
Ilustrasi

JAKARTA – Setiap orangtua tentu menginginkan anak bahagia. Itu sebabnya orangtua akan melakukan segalanya demi membuat anak bahagia.

Namun apakah sebagai orangtua, Anda benar-benar tahu apa yang membuat anak bahagia? Untuk mencari tahu arti kebahagiaan keluarga, Nestlé Lactogrow melakukan sebuah studi pada 2018.

Hasil studi menunjukkan bahwa anak bahagia ketika bermain bersama orangtua bahkan lebih bahagia daripada bermain dengan adik atau kakaknya.

Sayangnya kebanyakan orangtua, menurut studi, masih menilai kebahagiaan anak hanya melalui ciri-ciri fisiknya, seperti menunjukkan ekspresi ceria dan aktif bergerak. Padahal menurut Psikolog Elizabeth Santosa, kebahagiaan bukan hanya ditunjukkan lewat ekspresi bahagia, tapi bagaimana anak bisa mendapatkan rasa nyaman, aman dan diterima dengan baik di lingkungan sosialnya.

“Yang membuat anak bahagia itu kalau orangtua bisa terlibat dengan aktivitas anak. Sering hadir tapi tidak pernah terlibat juga tidak membuat anak bahagia, karena banyak pasien saya yang mengalami gangguan psikologis justru ibunya di rumah. Jadi hadir saja tapi tidak terlibat, anak juga kurang bahagia,” ujar Elizabeth dalam temu media di Jakarta, Jumat (27/07/18).

Untuk lebih terlibat dalam kegiatan anak, orangtua harus meluangkan waktu menjalani aktivitas bersama anak. Orangtua juga harus sering melakukan kontak mata agar anak merasa diperhatikan. Jika anak bahagia maka hal ini akan berpengaruh pada masa depannya.

“Kebahagiaan masa kanak-kanak telah diakui sebagai sumber faktor yang berpengaruh terhadap kebahagiaan saat dewasa jika dibandingkan dengan sumber kebahagiaan Iain seperti keberhasilan akademik, jabatan pekerjaan ataupun kekayaan,” tambah dia.

Di sisi lain, studi tersebut juga mengungkapkan bahwa nutrisi juga berperan penting dalam menentukan kebahagiaan anak. Sayangnya anak-anak Indonesia masih menghadapi masalah gizi yakni stunting dan gizi buruk.

“Ketika anak kurang mengonsumsi makanan bergizi maka saluran cernanya akan terganggu. Hal ini akan berakibat pada kekebalan tubuh yang menurun dan membuat anak rentan jatuh sakit. Pada gilirannya anak tidak akan bahagia,” sambung Ahli gizi medik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc tentang apa yang membuat anak bahagia, yang harus orangtua ketahui. (Suara.com/**)