Pj Gubernur Kalbar Lantik 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

oleh
Pejabat yang dilantik di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar. Foto : Istimewa

PONTIANAK – Sebanyak 11 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Kalbar mengucapkan Sumpah/Janji Jabatan dalam Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pramata oleh Pj Gubernur Kalbar Drs Dodi Riyadmadji, MM di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (27/07/18).

Belasan pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik adalah, Dr. Syarif Kamaruzaman, M.Si dari Sekretaris Bappeda dilantik menjadi Asisten Perekonomian dan Kalbar Sekda Kalbar, Suprianus Herman, SH dari Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Pengadaan Barang/Jasa Setda Kalbar dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar.

Dra. Natalia Karyawati, ME dari Kepala Bidang Pengembangan Aparatur Sipil Negara BKD Kalbar menjadi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kalbar.  Drs. H. Manto, M.Si dari Kepala Pos Lintas Batas Negara Aruk Kalbar menjadi Kepala Dinas Perhubungan Kalbar.

Ir. Herti Herawati, MMA dari Kepala Unit Pelaksana Teknis Penerapan Mutu Hasil Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar menjadi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalbar. Drs. Alfian, MM dari Sekretaris Badan Pengembangan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kalbar menjadi Kepala Badan Pengembangan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kalbar.

Dra. Hj. Linda Purnama, MM dari Kepala Bagian Penggunaan, Pemanfaatan dan Pengendalian Setda Kalbar menjadi Kepala Biro Pengelolaan Aset Setda Kalbar .

Marjani, SE., M.Si dari Kepala Bagian Kelembagaan Biro Organisasi Setda Kalbar menjadi Kepala Biro Organisasi Setda Kalbar. Yohanes Budiman, SIP., M.Si dari Kepala Bagian Bina Pemerintahan Biro Pemerintahan Setda Kalbar menjadi Kepala Biro Pemerintahan Setda Kalbar. Suherman, SH., MH dari Kepala Bagian Bantuan Hukum Dokumentasi dan Sosialisasi Hukum Setda Kalbar menjadi Kepala Biro Hukum Setda Kalbar. Hendra, S.Sos dari Kepala Bagian Tata Usaha dan Pimpinan Biro Umum Setda Kalbar menjadi Kepala Biro Umum Setda Kalbar.

Pj Gubernur Kalbar Drs Dodi Riyadmadji, MM mohon agar kiranya amanah dan kepercayaan yang diberikan benar-benar dijalankan dengan penuh perhatian, komitmen dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

“Hal ini penting untuk dipahami dan dijiwai, karena konsekuensi pelaksanaan jabatan bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, bangsa, negara semata, akan tetapi akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” jelas Drs Dodi Riyadmadji, MM, kepada Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dilantik di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar.

Dikatakannya, promosi jabatan merupakan bagian dari manajemen kelembagaan, yang secara umum akan bermuara pada terwujudnya efektifitas dalam pengelolaan organisasi.

Penempatan personil atau sumber daya aparatur, tentunya sudah melalui berbagai tahapan sehingga diharapkan dapat membawa perubahan dalam konteks ketatakelolaan pemerintahan yang baik.

“Saudara-saudara yang baru dilantik pada ini merupakan hasil dari seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Beberapa tahapan seleksi telah Saudara lewati dengan menyisihkan peserta lainnya, mulai dari seleksi administrasi, penulisan makalah, uji kompetensi wawancara dan penelusuran rekam jejak,” jelasnya.

Perlu untuk diketahui, bahwa proses seleksi tersebut diawasi langsung oleh Komisi Aparatur Sipil Negara, agar tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran yang dapat merugikan salah satu pihak. Pelantikan ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN, maka kegiatan ini merupakan wujud nyata dari reformasi birokrasi yang berbasis merit sistem yakni menempatkan seseorang sesuai dengan kompetensi dan potensinya.

“Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) merupakan jabatan strategis dalam mendukung birokrasi yang progresif, responsif, dan partisipatif melalui tugas pelayanan publik, tugas pemerintahan, dan tugas pembangunan yang diembannya. Setiap pejabat pimpinan tinggi harus dapat menjamin akuntabilitas jabatan, sesuai dengan jenjangnya masing-masing,” jelasnya.

Mengingat tugas strategis yang diemban oleh JPT dan akuntabilitas jabatannya, maka pengangkatan dan penempatan seorang JPT patut mendapat perhatian khusus.

Dijelaskannya, Promosi jabatan hendaklah dipahami sebagai sebuah dinamika organisasi yaitu suatu proses yang harus diselenggarakan secara terus menerus, karena adanya serangkaian perubahan dalam lingkungan organisasi itu sendiri, baik yang disebabkan oleh faktor-faktor eksternal maupun internal.

Pelaksanaan promosi jabatan ini merupakan upaya kita untuk terus meningkatkan efektifitas organisasi dalam setiap situasi atau perubahan lingkungan yang terjadi, yang diharapkan akan bermuara pada peningkatan pelayanan aparatur pemerintah kepada masyarakat.

“Melalui promosi jabatan, para pegawai memperoleh kesempatan untuk melakukan aktualisasi diri dengan mengusahakan peningkatan prestasi yang optimal dalam melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya, sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki,” ujarnya. (**)