Misteri Peluit Kematian Suku Aztec

oleh
Peluit Kematian Suku Aztec [Xtrascoop].

JAKARTA – Arkeolog Meksiko menemukan kerangka manusia berusia 500 tahun di dekat kuil kuno Aztec. Penemuan ini menjadi pembuka peneliti mengungkap misteri peluit kematian suku Aztec.

Kerangka manusia tersebut diyakini sebagai korban ritual pengorbanan manusia. Salah satu yang membuat kaget adalah korban ritual itu meninggal dengan memegang dua peluit kecil.

Dua peluit itu salah satunya berbentuk tengkorak manusia. Dilansir dari Hitekno.com, peluit itu menggambarkan sebuah nyanyian kebisingan yang bisa disebut sebagai “Jeritan Kematian”.

Ketika diteliti oleh para ahli, instrumen itu menciptakan jeritan kesedihan dari seribu jiwa yang disiksa dan suaranya terbawa oleh angin.

Teriakan dan suara kematian bergetar menjadi satu dan beberapa berpendapat terdapat campuran suara jeritan hewan liar di dalamnya.

Saat pertama kali ditemukan, para arkeolog saat itu mengira artefak berbentuk peluit itu hanya sebagai mainan kuno. Membutuhkan waktu selama 15 tahun sebelum seseorang benar-benar meneliti dan kemudian meniupnya.

Seorang arkeolog musik bernama Arnd Adje berpendapat bahwa suara yang mengerikan dan bernada tinggi dari peluit sebanding dengan jeritan manusia. Dia juga berpendapat bahwa suku Aztec pada zamannya mampu menghasilkan suara yang nyaring, berisik, dan menakutkan.

Namun banyak ahli masih bingung tujuan utama diciptakan peluit ini. Salah satu sejarawan seni dan juga seorang profesor studi Mesoamerika yang bernama Jaime Arrendondo berpendapat lain.

Dia berpendapat bahwa peluit itu mungkin sebagai alunan musik teror bagi musuh ketika sedang terjadi peperangan.

Para pejuang Aztec dikenal suka memukul drum kayu ketika mereka maju ke medan pertempuran. (**)