Sidang Penggelapan Cengkeh Molor, Terdakwa Tidak Ditahan

oleh
Suasana sidang di Pengadilan Negeri Mempawah. Foto : Dit

MEMPAWAH – Sidang kasus dugaan penggelapan dana cengkeh senilai ratusan juta rupiah dengan terdakwa Edi Hartono yang masuk tahap pembacaan tuntutan kembali ditunda selama sepekan.  Sidang keempat yang digelar di Pengadilan Negeri Mempawah, Rabu (25/07/18) beberapa waktu lalu ini pun, sempat molor pelaksanaannya.

Sidang yang tadinya dijadwalkan sekitar pukul 10.00 WIB baru digelar sekitar pukul 13.00 WIB oleh majelis hakim yang diketuai I Komang Dede Prayoga dengan hakim anggota Erly Yansyah dan Arlian serta jaksa penuntut umum (JPU) Edi Sinaga.

Sidang dibuka oleh I Komang Dede Prayoga untuk agenda pembacaan tuntutan, namun   saat hakim ketua melakukan pertanyaan kepada JPU untuk membacakan tuntutannya JPU menjawab belum siap.

“Maaf hakim ketua untuk pembacaan tuntutan terkait kasus penggelapan dana cengkeh ini berkas belum siap jadi saya minta ditunda untuk persidangan minggu depan,” ujar JPU Edi Sinaga.

Sidang akhirnya ditunda selama sepekan dan akan dilanjutkan pada Rabu 1 Agustus 2018 mendatang.

Sebelumnya, kasus penggelapan cengkeh dengan dana ratusan juta rupiah ini telah berjalan sekitar 16 bulan tetapi anehnya terdakwa Edi hartono tidak ditahan oleh pihak Kejaksaan Mempawah hingga sidang berjalan.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Mempawah Dwi Agus Arfianto mengaku, lamanya persidangan terkait kasus tersebut karena pihaknya masih melakukan pemeriksaan berkas lebih lanjut.

“Sidang ini lama sebelumnya banyak berkas yang kurang dan mesti diperbaiki oleh pemeriksaan Polres Mempawah itu sudah beberapa kali dan sekarangkan sudah berjalan sidang sesuai prosedur,” katanya.

Walupun terdakwa tidak ditahan oleh pihak kejaksaan namun Kajari menjamin tidak akan main-main dalam menangani kasus ini.

“Saya tegaskan jika memang masyarakat melihat dan ada bukti tentang jajaran saya (Kejari Mempawah) melakukan pembekingan atau menyalahi aturan kerja, Saya harapkan segera lapor dengan Kami. Kalau memang terbukti pasti akan Kami tindak sesuai peraturan yang ada,” tegasnya.

Dwi Agus melanjutkan, dalam segala kasus apapun yang ada dalam persidangan di PN Mempawah ini pihaknya akan melakukan pengawalan hingga tuntas.

“Sekali lagi saya tegaskan jika masyarakat Mempawah kedapatan melihat anggotanya bermain dalam kasus ini harap segera lapor kepada kami biar cepat kami tindak,” timpalnya.

Saat ditanya masalah molornya waktu persidangan Dwi Agus mengatakan, bahwa pada  Rabu (25/07/18) pagi jajaran Kejaksaan  Negeri Mempawah mengikuti acara di Kantor Bupati Mempawah dan selanjutnya ada sertijab dijajarannya hingga siang hari.

“Memang jadwal hari ini Rabu (25/07/18) kami sangat padat sekali, tadi pagi saya dengan jajaran mengikuti acara di kantor bupati setelah itu di jajaran kami juga ada sertijab pergantian kasi pidum, jadi aktif kerja sekitar pukul 13.00 WIB,” tandasnya. (Dit)