20 Tahun Ajarkan Al Quran Gratis, Aliran Air Bersih di Lembaga Pendidikan Ini Diputus PDAM

oleh
Petugas PDAM Kota Pontianak saat memutuskan aliran listrik di sekolah milik Lembaga Pendidikan TPA/Raudhatul Anfal Al Ashar. Foto : Arif

PONTIANAK – Sungguh memprihatinkan, sekolah milik Lembaga Pendidikan TPA/Raudhatul Anfal Al Ashar milik Yayasan Ahsanu ‘Amala di Jalan Parit H. Husein 1, Gang Muslimin, No. 08 Pontianak Tenggara.

Dengan kondisi bangunan sekolah yang tidak terawat, bukannya diperhatikan oleh Pemerintah Kota Pontianak, namun pada Rabu (25/07/18) beberapa waktu lalu, sambungan air bersih di sekolah ini diputuskan oleh PDAM Kota Pontianak, karena tunggakan yang belum sanggup dibayar oleh pihak sekolah selama kurang lebih 1 tahun ini. Padahal, semenjak berdiri puluhan tahun lalu, sekolah ini sudah banyak memberikan kontribusi pendidikan agama Islam terhadap anak-anak di Kota Pontianak.

Sebelumnya, pada bulan Ramadhan lalu, PDAM Kota Pontianak menyarankan agar pihak Lembaga Pendidikan ini, membuat proposal bantuan sosial, untuk melunasi tunggakan air tersebut. Setelah diajukan ternyata bantuan yang diberikan hanya sebesar Rp 1 Juta, sehingga tidak mencukupi untuk melunaskan tunggakan air sebesar Rp 2 Juta. Tanpa surat pemberitahuan, lantas PDAM melakukan pemutusan air bersih di sekolah tersebut.

Lembaga ini sudah beroperasi kurang lebih 20 tahun, dengan izin operasional lengkap, laporan kegiatan rutin setiap tahun ke Departemen Agama dan Dinas Sosial Kota Pontianak, dan lembaga ini pun sudah sangat dikenal oleh masyarakat disepanjang Jalan Parit H. Husen 1 dan sekitarnya. Karena lembaga inilah yang mengajarkan kepada masyarakat sekitar membaca Al Quran tanpa membebankan biaya sepeser pun, semua dilakukan secara suka rela.

Menurut Rukiah, Ketua Yayasan Ahsanu ‘Amala, bahwa selama 20 tahun tempat pendidikan ini beroperasi, tidak pernah memungut biaya pendidikan sepeser pun kepada siswa-siswi yang menuntut ilmu di sekolah ini.

“Kami tidak memberatkan masyarakat. Niat betul-betul mengajarkan kepada masyarakat untuk belajar Al Quran. Alhamdulillah semua niat tercapai. Banyak yang sudah pandai membaca Al Quran mulai dari orangtua sampai ┬áke anak-anak,” terangnya, Jumat (27/07/18).

Ia pun berharap, agar Pemerintah Kota Pontianak dapat memberikan perhatian kepada lembaga pendidikan yang dikelolanya, karena selama ini Lembaga Pendidikan TPA/Raudhatul Anfal Al Ashar milik Yayasan Ahsanu ‘Amala belum mendapatkan bantuan yang memadai dari pemerintah setempat. (Arif)