Ribuan Warga Hadiri Penutupan PGD IX Sekadau

oleh

SEKADAU – Tidak kurang dari 10 ribu warga Sekadau tumpah ruah di rumah Betang Youth Center pada malam penutupan Pekan Gawai Dayak (PGD) ke IX Kabupaten Sekadau, Sabtu (21/07/18) malam.

Hadir dalam acara penutupan tersebut Bupati Sekadau Rupinus dan Nyonya Kristina, wakil bupati Aloysius juga didampingi nyonya Vixima Heri Supriyanti, hadir pula ketua DPRD Albertus Pinus, Waka Polres, Damramil Sekadau hilir, Sekda Zakaria, ketua DAD Wilbertus Willy, serta para Tomas, Toga dan tamu undangan lain.

Dalam sambutanya, Gunawan, Ketua Panitia PGD ke IX Kabupaten Sekadau mengatakan, bahwa secara umum pelaksanaan PGD ke IX  tahun 2018 berjalan lancar dan sukses, semua kegiatan dilaksanakan sesuai jadwal.

“Artinya tidak ada kendala selama berlangsungnya kegiatan,” katanya.

Suksesnya kegiatan lanjut dia, tentu berkat dukungan dari semua pihak, baik dukungan dari rekan-rekan panitia, para donatur, Pemkab Sekadau, pastor paroki Sekadau dan dukungan dari seluruh masyarakat Sekadau, hingga pelaksanaan gawai Dayak bisa dilaksanakan.

“Untuk itu sebagai ketua panita saya mengucapkan terimakasih kepada, Pemkab Sekadau, Pastor paroki yang telah memberikan pinjaman tempat di Betang Youth Center ini, para donatur yanh tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Terimakasih juga saya sampaikan kepada TNI dan Polri dari Polres Sekadau, sebab terjaminnya keamanan selama kegiatan tentu berkat kerja keras mereka yang bersusah payah menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung, serta pengaturan lalulintas di area Betang,” kata Gunawan.

Ia juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Sekadau, apabila selama kegiatan terdapat kehilafan dan salah dari rekan-rekan panitia selama pelaksanaan kegiatan.

“Sebab, kesalahan adalah guru bagi kami, agar dapat lebih baik lagi kedepan,” ucapnya.

Sementara itu ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Sekadau, Wilbertus Willy dalam sambutannya mengatakan, dengan ditutupnya PGD Ke IX ini artinya tidak ada gawai dikampung-kampung. Karena, PGD adalah sebagai kegiatan akhir dari semua kegiatan gawai di kampung.

Gawai adalah kegiatan rutin bagi suku dayak, namum kegiatan seperti ini bukan hanya semata sebagai ajang makan minum semata, tetapi lebih kepada pelestarian seni budaya yang hampir punah.

Makanya dengan acara gawai ini pihakny menggugah kembali para kaum muda untuk bisa mengetahui dan lebih mencintai adat istiadat nenek moyang dulu. Sehingga para kaum muda terpacu dan mau menggali potensi budaya yang masih terpendam.

“Tujuan gawai ini dilaksanakan adalah agar para kaum muda tidak lupa dengan budaya nenek moyang kita dulu. Makanya, pada setiap PGD semua budaya yang ada kita lombakan,” kata Willy

Sementara itu bupati Sekadau Rupinus dalam sambutanya memberikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat Sekadau. Sebab, berkat kerja keras panitia dan dukungan dari semua pihak maka PGD ke IX tahun 2018 berjalan dengan baik  tertib dan aman.

“Ucapan terimakasih saya sampaikan kepada TNI-Polri yang telah menjaga keamanan. Sehingga semua kegiatan gawai berjalan dengan aman,” kata Rupinus

Ditutupnya PGD ke IX kabupaten Sekadau kata dia lagi merupakan penutupan seluruh rangkaian kegiatan gawai dikampung-kampung. Artinya setelah ini tidak ada gawai lagi atau tidak ada acara pesta-pesta lagi.

“Yang tanam padi saatnya mulai nebas, yang noreh mari pergi noreh, yang kerja sawah ayo cangkul sawahnya. Jangan lupa simpan uang untuk biaya pendidikan anak-anak kalian. Sekolahkan anak-anak kalian setingi-tinginya,” pesan Bupati. (sutarjo)