Penyaluran BBM, Kubu Raya Jadi Contoh Seluruh Indonesia

oleh

KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, Rusman Ali mendapat dukungan dan apresiasi dari Kepala BPH Migas atas inovasi pelayanan yang dilakukan dalam membangun jaringan sub penyalur BBM kepada masyarakat.

Kubu Raya merupakan satu-satunya di Kalimantan yang telah melakukan terobosan dengan membentuk sub penyalur BBM bagi daerah perairan dan terpencil untuk menjamin harga BBM tetap terjangkau.

Kepala BPH MIGAS M. Fanshurullah Asa menilai langkah yang telah dilalukan oleh Rusman Ali bersama jajaran adalah langkah yang sangat tepat. Sehingga dapat mengendalikan harga BBM sampai ke masyarakat.

“Alhamdulillah, kita sangat mengapresiasi dan sangat bangga dengan pak Rusman Ali. Beliau dengan cepat melakukan terobosan dalam mendukung kebijakan BPH MIGAS mewujudkan BBB satu harga. Ini sangat luar biasa. Sudah ada dua di padang tikar dan batu ampar sup penyalur yang dibentuk pak Rusman Ali bersama timnya,” ujar Fanshurullah.

Fanshurullah mengatakan, apa yang dilakukan oleh Rusman Ali dalam mendulung BBM satu harga serta mendorong ketersediaan BBM di kalangan masyarakat. Ini akan menjadi contoh bagi bupati seluruh indonesia tidak hanya di Kalimantan Barat.

”Alhamdulillah, ini sungguh luar biasa, semoga disamping ini menekan harga BBM juga menjmin ketersediaan BBM bgi rakyat. Besok kita akan ke batu ampar untuk meresmikan dibeberapa desa sekaligus. Ini akan jadi contoh bagi bupati di seluruh Indonesia,” ujar Fansrhullah.

Sebagaimana diketahui, sejak Februari 2018 Kubu Raya telah melakukan pembentukan sub penyalur BBM di daerah Batu Ampar dan Padang Tikar. Sehingga dapat menekan harga BBM dimasyarakat yang semula mencapai 14-17 ribu rupiah perliternya. Sejak dibentuk sub penyalur bbm tersebut, kini di Batu ampar Rp6.350 solar dan Rp7.650 premium, dan Padang Tikar BBM hanya Rp6.200 untuk solar dan Rp7.500 premium.

Sementara itu Bupati Kubu Raya Rusman Ali mengatakan, pihaknya sejak awal mencari solusi untuk mengatasi kelangkaan dan harga BBM di beberapa daerah peraiaran dan terpencil di Kubu Raya.

Hal itu dimaksudkan Rusman Ali untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menurunkan cost yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Untuk itu, Rusman Ali bersama jajaran berkoordinasi dengan BPH MIGAS dan Pertamina untuk mewukudkan BBM satu harga dimasyarakat.

“Kita sejak lama sudah berusaha mencari jalan dan solusi untuk mengatasi harga BBM di masyarakat kita khususnya peraiaran. Karena kelangkaan BBM dan mahalnya BBM berdampak signifikan bagi warga kita terutama nelayan. Untuk itu, sejak februari lalu sudah kita luncurkan Sub Penyalur BBM di Padang Tikar dan Batu Ampar. Alhamdulillah dapat menekan harga BBM hingga sampai ke masyarakat kita,” ujar Rusman Ali.

Rusman Ali juga berterimakasih kepada Polres hingga Polsek dan jajarannya, camat serta kepala Desa dan jajarannya serta pol air yang turut serta bekerja sama menjaga dan mengawasi BBM satu harga sampai ke masyarkat.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro perdagangan dan perindustrian (DKUMPP), Nora Sari Arani, mengatakan jika ada desa peraian dan desa terpencil lainnya yang ingin membentuk sub penyalur dapat langsung ke DKUMPP.

“Kita buka ruang dan peluang desa lainnya untuk membuka sup penyalur bbm khususnya daerah terpencil yang belum terdapat penyalur bbm. Bisa melalui koperasi maupun bumdes tentu atas rekomendasi kepala desa,” jelas Nora.(adi)