Kerja Pansus Terkait PT TBS Dipertanyakan

oleh

SANGGAU – Ketua KUD Borneo Elf Mandiri (BEM), Erik Erin mempertanyakan sejauhmana kerja panitia khusus (Pansus) DPRD terkait pansus atas Pabrik PT. Tayan Bukit Sawit (TBS) yang berberalamat di Kembayan Kabupaten Sanggau.

“Pansus inikan dibentuk sejak bulan dua kemaren, sampai hari ini kami tidak tahu sampai sejauhmana realissinya,” kata Erik kepada wartawan, Minggu (22/07/18).

Erik menjelaskan, pabrik PT. TBS adalah pabrik non kebun dimana pola kerjanya bermitra langsung dengan petani kebun sawit mandiri dalam wadah koperasi. Cikal bakal berdirinya pabrik non kebun yang perizinannya berdampingan dengan koperasi BEM.

“Sampailah pada tanggal 04 Juli 2017 PT. TBS menjalin kerjasama kemitraan dengan Koperasi BEM. Namun yang menjadi pertanyaan mendasar adalah PT. TBS tidak pernah melaksanakan apa yang dimaksud dengan Kemitraan. Apalagi apa yang dimaksud dengan pembinaan dan bimbingan seperti yang termaktup dalam Permentan No: 98/OT. 140/9/2013, sehingga para petani yang bergabung dalam BEM selalu mempertanyakan hal tersebut, Apalagi petani yang merasa didata lahan oleh BEM untuk kelengkapan syarat perizinan Pabrik TBS,” jelas Erik.

Berkenaan dengan terbentuknya Pansus DPRD menyikapi polemik antara petani, KUD dengan pihak Perusahaan, sampai hari ini belum juga diperoleh capaian yang dihasilkan Pansus.

“Belum ada sampai hari ini. Padahal kami sangat berharap Pansus DPRD sebagai representasi rakyat dapat menyelesaikan persoalan yang kami hadapi dengan pihak perusahaan,” tukasnya.

Tidak hanya mengadu ke DPRD, petani lanjut dia, juga sudah tiga kali meminta bantuan Dinas Perkebunan Kabupaten Sanggau, namun tidak juga membuahkan hasil.

“Sudah tiga kali, dengan Kadis Bunnak pak Sihotang untuk memfasilitasi, Dewan sekali dan di Kecamatan sekali. Sudah jenuh sebenarnya, kami juga berencana akan melaporkan persoalan ini ke Ombusman,,” tegasnya.

Dikonfirmasi, Ketua Pansus PT. TBS, Eko Sisturisno menjelaskan, persoalan Pansus TBS sampai hari ini masih tetap berjalan dan dibahas.

“Kemaren itukan kita fokus Pilkada, teman – teman anggota Pansus tidak bisa kumpul untuk membahas, lagi pula anggaran Pansus sudah tidak ada di APBD murni, makanya sekarang belum bisa jalan karena setiapĀ  kegiatan Dewan itu anggarannya sudah tertata, tidak bisa sembarangan,” beber Eko.

Badan Musyawarah (Banmus) pun, lanjut dia, baru diakomodir jadwal pansus pada awal Agustus.

“Awal Agustus baru masuk dan Pansus mulai bekerja lagi, tapi belum bisa kita putuskan karena kita belum ada kunjungan kepihak perusahaan lain yang sistem nya sama dengan PT TBS sehingga dikhawatirkan kalau cepat dikeluarkan rekomendasinya nanti tidak tepat,” beber Eko.

Politisi Nasdem itu menegaskan bahwa sampai saat ini Pansus masih tetap jalan dan hasil pertemuan Pansus Di Kementan beberapa bulan lalu memang Di PT TBS itu terbukti ada menabrak aturan yang berlaku dalam prosesnya sampai mereka mulai operasi.

“Kami berharap masyarakat bersabar menunggu hasil kerja Pansus dan kami mohon doanya agar pansus bisa berjalan sesuai rencana,” pungkas dia. (indra)