Tak Dapat Sambungan Air, Warga Simpang MJP Sekadau Ancam kunci Kran Pipa Induk

oleh
Ilustrasi

SEKADAU – Air merupakan kebutuhan memdasar bagi manusia. Sebab, tanpa mengkomsumsi air yang baik, maka sangat berpengaruh pada kesehatan manusia. Sayangnya, warga Selalong, Kabupaten Seadau, yang tingal di sekitar simpang MJP, sampai saat ini belum bisa menikmati air bersih dari PDSM Sirin Meragun. Padahal warga sangat ingin merasakan air bersih, mengingat di sekitar Selalong tidak ada lagi sumber air bersih.

“Selama ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kami hanya mengharapkan sumber air dari sumur bor. Apabila kemarau tiba, maka kami kesulitan air, sementara sumber air dari sumur bor sangat terbatas. Untuk itu kami minta pihak PDAM Sirin Meragun, untuk segera memasang instalasi air, agar kami dapat memasang sambungan ke rumah,” pinta Dinus, warga Selalong kepada awak media, Kamis (18/07/18).

Menurut Dinus, 20 kepala keluarga yang tingal di sekitar simpang MJP hampir setiap hari melihat PDAM Sirin Meragun, sayangnya warga sendiri tidak bisa menikmati air bersih dari PDAM.

“Ibarat pepatah, tikus mati di lumbung padi. Kiranya pepatah inilah yang tepat untuk mengambarkan keluhan kami ini,” katanya.

Selain itu, dirinya bersama rekan-rekanya sudah beberapa kali mendatangi kantor PDAM, untuk mengajukan pemasangan, namun selalu disuguhkan dengan jawaban yang tidak pasti dari pihak PDAM.

“Padahal pipa induk PDAM yang mengalirkan air ke Kota Sekadau melewati tanah saya, depan rumah saya, kenapa giliran saya minta disambungkan jaringan airnya tak bisa? Kami juga tidak meminta sambungan secara gratis,” tuturnya.

Sehingga saat musim kemarau seperti sekarang ini, warga yang tinggal di sekitar lokasi PDAM sulit mendapatkan air bersih, karena selama ini warga hanya mengandalkan sumur bor. Untuk itu, dirinya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sekadau untuk memperhatikan kebutuhan hidup warganya.

“Jika keluhan kami ini tidak didengar oleh pemerintah daerah, dan keluhan kami sebagai warga tidam ada solusi, kami akan melakukan penutupan kran yang ada di jembatamn simpang MJP, supaya sama merasakan tidak ada air bersih,” pungkasnya.

Ketika dikomfirmasi ke direktur PDAM Sirin Meragun, hingga saat ini belum ada jawaban. (sutarjo)