Kemarau Tiba, Petani Buah Aliri Air di Lahan Perkebunan

oleh

KUBU RAYA – Buah langsat dan durian  merupakan jenis buah yang selalu laris diburu orang pada saat musimnya tiba. Namun siapa sangka, di musim kemarau ini, para petani buah harus bekerja keras guna mengairi lahannya seluas puluhan hektar, agar buah yang dihasilkan terjaga kualitasnya.

Seperti di Desa Kalimas Hulu, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kamis dini hari (19/07/18), para petani langsat dan durian terlihat sibuk mengairi lahannya seluas dua puluh hektar. Pengairan ini bertujuan agar setiap pohon durian dan langsat terpenuhi kadar air yang akan diserap pohon.

“Pengairan ini dilakukan pada saat malam hari. Sebab pada saat musim kemarau ini, pasang surut air terjadi pada malam hari,” ungkap petani Langsat, Jaini Rahman kepada wartawan.

Dengan menggunakan mesin pompa air, lanjut Jaini, dibutuhkan waktu selama kurang lebih enam jam, untuk bisa mengalirkan air hingga merata dengan luas tanah dua puluh hektar itu.

“Jika perkebunan ini dibiarkan kering, maka para petani buah harus mengalami kerugian yang cukup besar, lantaran buah yang dihasilkan akan berkualitas buruk,” tuturnya.

Sembari mengairi kebunnya, para petani buah juga bersiap untuk memanen durian yang sudah matang. Dengan menggunakan lampu penerangan dan membawa alat tebas, para petani buah langsung menyusuri lahan yang telah ditanami pohon durian.

Satu per satu durian dapat dikumpulkan. Namun sangat disayangkan, di musim kemarau ini, durian Desa Kalimas Hulu, tidak dapat panen sebanyak tahun lalu.

“Tahun ini, buah durian sangat sedikit, lantaran musim kemarau,” katanya.

Sementara untuk panen langsat sendiri, para petani buah memprediksi, jika buah langsat ini akan matang pada bulan depan. (uun)