BPBD Gelar Fasilitasi Pokmas Peduli Bencana

oleh

SANGGAU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau menggelar fasilatasi pembentukan dan pemahaman kelompok masyarakat (Pokmas) peduli bencana.

Acara yang digelar Rabu (18/07/18) pagi di Hotel Syafira, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau itu, dibuka Bupati Sanggau yang diwaikili oleh Staf Ahli Bupati bidang II (bidang pembangunan ekonomi dan ke keuangan), Ignatius Irianto, M.Si dan dihadiri oleh Kepala BPBD Provinsi Kalbar, Drs. T.T.A Nyarong, M.Si, Kepala BPBD Kabupaten Sanggau Vicky L Putra, Kasi Kesiapsiagaan BPBD Sanggau Hendra Pahlevi, S.IP, Ketua tim outbond bumi khatulistiwa Kalbar, Garbo Wahyu Garindra.

Kepala BPBD Sanggau, Vicky L Putra ditemui wartawan menyampaikan, ada tiga Desa di Kecamatan Jangkang yang dilibatkan dalam acara fasilitasi tersebut yakni Desa Balai Sebut, Desa Sape dan Desa Ketori dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. Acara fasilitasi ini, lanjut dia, dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 17-20 Juli 2018.

“Masyarakat yang terlibat ini terdiri dari berbagai unsur, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan sebagainya,” ujar Vicky.

Vicky berharap, pokmas atau relawan yang akan segera dibentuk ini nantinya bisa berperan aktif dan siap kapanpun membantu masyarakat dalam menghadapi bencana.

Sementara itu, Bupati Sanggau dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bupati bidang II, Ignatius Irianto, M.Si menyampaikan pemerintah sebagai ujung tombak penanganan bencana sangat diharapkan perannya dalam menyebarluaskan pengetahuan mengenai bencana yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat agar berperan aktif.

Para relawan peduli bencana diminta selalu siap secara fisik maupun psikis agar terbentuk relawan yang mandiri, cerdas, tangguh dan paham terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan bencana. Oleh karenanya para relawan perlu dibekali pelatihan kebencanaan secara terpadu sehingga masyarakat siap dengan segala efek dari bencana yang akan terjadi dan telah terjadi.

“Kita menyadari bahwa bencana alam akan membawa dampak buruk bagi mahluk hidup dan kerugian baik secara material maupun psikologis secara kejiwaan yang bisa menyebabkan traumatik. Oleh sebab itu, pembentukan relawan pokmas peduli bencana bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran dalam diri masyarakat khususnya di Kabupaten Sanggau dalam menghadapi bencana,” ujarnya.

Terpisah, Kepala BPBD Provinsi Kalbar, Drs. T.T.A Nyarong M.Si ditemui wartawan disela – sela kegiatan tersebut menyambut baik kegaiatan fasilitasi ini.

“Kegiatan ini memang sudah lama kita rencanakan dan saya bersyukur pak Vicky sebagai Kepala BPBD bisa menganggarkan kegiatan ini untuk membentuk kelompok masyarakat yang berada ditiga Desa di Kecamatan Jangkang karena Desa ini berpotensi tinggi terjadinya Karhutla,” terang dia.

Disinggung terkait langkah BPBD dalam penanggulangan bencana yang akhir – akhir ini terjadi di Kabupaten Sanggau, Nyarong menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan Kabupaten Sanggau dengan status siaga satu darurat.

“Tinggal sekarang langkah kita dengan kegiatan seperti ini. Masyarakat yang di Desa nya ada lahan gambut kita berikan pelatihan dan penyuluhan, ketika ada fire spoot atau titik api sehingga bisa dilakukan pemadaman dini jangan sampai apinya lebih besar. Kalau daerah yang sulit dijangkau kita gunakan helikopter,” kata dia.

Kepada para relawan, Nyarong meminta bertindak cepat dalam menangani Karhutla.

“Kalau terjadi kebakaran jangan sampai orang tua yang sakit. Ibu hamil tidak segera do evakuasi, intinya jangan sampai ada yang meninggal dunia di desa yang dipetakan terjadi kebakaran,” pesan Nyarong. (indra)