Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Meliau Hilir

oleh

SANGGAU – Warga desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau digegerkan dengan penemuan mayat pria berinisial AB. Warga desa Sungai Kembayau yang diduga bunuh diri dengan menggunakan senapan angin ini ditemukan di sebuah rumah di dusun Meliau Hilir, desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Sabtu (14/07/18).

Kapolsek Meliau, Iptu MR Pardosi menjelaskan, saat itu kedua orang saksi, yakni NT dan TF melihat korban masih tidur. Kemudian sekitar pukul 06.00 Wib, NT berangkat bekerja ke Toko Tetap Jaya dan pada pukul 07.00 WIB, TF berangkat kerja ke Toko Jaya Sentosa.

“Pada pukul 15.30 Wib, NT selesai bekerja kemudian mendatangi Saksi TF untuk bersantai di Kapal Bandung milik Toko Jaya Sentosa. Kemudian pada pukul 17.00 wib, kedua orang saksi berjalan kaki pulang menuju ke rumah dan pada pukul 18.00 Wib kedua orang saksi tiba di rumah dan mengetahui pintu belakang dan seluruh jendela dalam keadaan terkunci dari dalam serta pintu depan terkunci dari dalam maupun dari luar,” terangnya, Senin (16/07/18).

Kemudian, para saksi memanggil korban, namun tidak dibukakan pintu sehingga kedua orang saksi bersepakat mendobrak pintu depan rumah.

“Kedua orang saksi langsung memasuki rumah dan melihat korban berada di atas kasur dalam kamar belakang dengan posisi badan tertelungkup, dan terdapat darah pada kepala korban. Sementara posisi senapan angin berada di samping korban,” ujarnya.

Mengetahui kejadian tersebut, kedua orang saksi berteriak memanggil tetangga di sekitar rumah korban, dan tak lama berselang, para tetangga berdatangan untuk melihat kondisi korban dan segera memberikan informasi kepada anggota Polsek Meliau.

“Barang bukti yang telah diamankan di Mapolsek Meliau sebuah senapan angin merk Canon, Sebuah kasur berwarna hijau, tiga buah bantal masing-masing berwarna biru, ungu, dan pink, tiga buah selimut masing-masing berwarna biru motif bola, merah, dan putih dan sebuah kelambu berwarna biru,” tuturnya.

Kapolsek menuturkan, penyebab terjadinya bunuh diri belum dapat diketahui secara pasti, namun menurut hasil interogasi dari para saksi, bahwa sudah dua hari terakhir korban mengeluh sakit pada bagian perut diperkuat dengan adanya postingan Facebook milik korban yang menyiratkan keputusasaan akibat belum sembuh dari penyakit yang diderita.

“Hasil koordinasi, pihak keluarga korban dapat menerima atas kematian korban sehingga telah dilaksanakan penandatanganan terhadap dokumen-dokumen,” katanya.

Kemudian, surat pernyataan penolakan otopsi oleh keluarga korban yakni ANG dengan disaksikan Kades Sungai Kembayau dan para saksi. (indra)