Gawai Dayak di Sekadau Tanpa Karnaval

oleh

SEKADAU – Persiapan menjelang dihelatnya acara Gawai Dayak (GD) yang ke IX Kabupaten Sekadau tahun 2018 sudah mencapai 98 persen.

“Rencananya GD ke IX akan dibuka oleh bupati Sekadau tanggal 16 Juli 2018. Kegiatan lomba juga akan kita mulai dan berakhir tanggal 21 Juli, ” kata Gunawan ketua Panitia GD Sekadau kepada wartawan, Minggu (15/07/18) di Sekadau.

Gawai Dayak kali ini lanjut dia mengambil tema “melalui Gawai Dayak ke IX kabupaten Sekadau 2018 kita lestarikan nilai-nilai kearifan budaya lokal masyarakat adat dayak dalam keberagaman.

Ia juga menyebutkan, ada beberapa kegiatan lomba yang kita adakan dia  antaranya lomba lagu,Kerajinan Tradiosonal, Fashion Show khusus anak-anak, pemilihan Bujang Dara Gawai, Permainan Rakyat, Sastra Lisan dan lomba Mendogeng.

“Di setiap lomba tentu para juara akan mendapatkan tropi dan uang pembinaan dari panitia, mengenai jumlah tentu kita sesuaikan dengan kemampuan dana yang tersedia,” ungkapnya.

Lebih lanjut Gunawan menambahkan, untuk GD tahun ini pihaknya tidak melaksanakan Karnaval. Dan hanya terfokus pada kegiatan ditempat acara saja. Sebab lanjut dia, Karnaval dinilai tidak efektif, lantaran belajar dari tahun-tahun sebelumnya, peserta Karnaval tidak kompak dan tidak semua kecamatan menpersiapkan kendaraan untuk Karnaval.

“Tahun ini pawai Karnaval tidak ada, kita hanya fokus pada kegiatan di tempat saja. Karena belajar dari tahun-tahun sebelumnya kegiatan pawai Karnaval tidak di ikuti okeh semua peserta dari kecamatan,” kata Gunawan.

Masih dikatakan Gunawan, untuk ritual adat dari adat ngantar benih, pihaknya mengunakan adat istiadat sub suku Mualang.

“Bukan berarti menonjolkan pada salah sub suku, tapi kita ingin acaranya terfokus agar mendokumentasinya lebih mudah. Kemudian tahun-tahun berikutnya giliran suku mana yang memimpin ritual adat,” tutupnya. (sutarjo)