AJI Pontianak dan Kedubes Australia Gelar Workshop Etik dan Profesionalisme

oleh

PONTIANAK – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Pontianak bersama Kedutaan besar Australia menggelar Workshop etik dan profesionalisme jurnalis dalam menghadapi Hoax.

“Workshop ini merpakan bagian penting dari pelaksanaan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) yang akan kita laksanakan pada tanggal 7 dan 8 Juli besok, dimana pada workshop ini kita memberikan berbagai informasi terkait pelaksanaan UKJ tersebut,” kata Ketua AJI Pontianak, Dian Lestari, Jumat (06/07/18).

Dirinya sangat bersyukur pada UKJ kali ini diikuti banyak peserta dengan jenjang Utama. Hal ini menunjukkan antusias dari para peserta, khususnya para jurnalis senior untuk mendapatkan kompetensi sebagai Jurnalis.

“Kita juga sangat bersyukur karena AJI Pontianak tahun ini kembali mendapatkan kesempatan untuk kembali melakukan UKJ. Waktu awal mengajukan ini kepada AJI Indonesia, saya sempat pesimis, karena baru tahun kamarin kita menggelar UKJ, sementara saya yakin AJI dari daerah lain juga mengharapkan pelaksanaan UKJ,” tuturnya.

Namun, berkat kegigihan pengurus AJI Pontianak, kata Dian, akhirnya UKJ tersebut bisa dilaksanakan di Pontianak dan diikuti sebanyak 20 peserta dari berbagai media cetak dan elektronik yang ada di Kalbar.

“Bahkan tahun ini, kita mendapatkan satu peserta utusan dari Papua, yang ikut melaksanakan UKJ di Pontianak,” katanya.

“Seperti kita ketahui, UKJ merupakan alat ukur terkait profesionalisme dari kawan-kawan jurnalis yang sudah bekerja selama ini. Jadi saya harapkan seluruh peserta dapat menyerap berbagai informasi dari worshop ini sebagai bekal untuk mengikuti UKJ besok,” kata Dian.

Sekretaris II Media dan Komunikasi Strategis, Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Jenna Hand mengatakan kedutaan besar Australia dengan senang mendukung kegiatan AJI untuk menyelenggarakan UKJ di lima daerah di Indonesia pada tahun ini.

Menurutnya, wanita yang pernah menjadi jurnalis di Canberra Times ini mengatakan, media memiliki peranan penting di semua lini masyarakat, dimana pers memiliki fungsi untuk menjadi penyambung informasi bagi masyarakat.

“Media juga memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai berita bohong yang beredar ditengah masyarakat. Dengan kredibilitas yang baik dari Jurnalis diharapkan masyarakat semakin mempercayai berita yang disajikan oleh media yang memiliki kredibilitas , dari pada berita HOAX yang kian marak di media sosial,” katanya.

Jenna menambahkan, pihaknya akan terus mendorong para jurnalis di Indonesia untuk memanfaatkan pelaksanaan UKJ ini, dalam meningkatkan kredibilitas insan pers. (rilis)