Dewan Desak Bupati Tindak Tegas PT SBI

oleh

SANGGAU – Menanggapi persoalan tak dibayarnya gaji karyawan PT. SBI, Ketua Komisi B DPRD Sanggau, M. Jana menyampaikan, berkaitan dengan masalah PT. SBI yang selama ini dianggap sudah tidak lagi menjalankan aktivitasnya sesuai aturan yang berlaku sehingga masyarakat dan petani dirugikan haknya, maka pihaknya dari Komisi B DPRD Sanggau mendesak Kepala Daerah dalam hal ini Bupati harus menindak tegas PT.SBI.

“Tindakan tegas itu bisa saja dengan cara dialihkan ke pihak lain (Tek over) atau Pemda sendiri yang mengendali PT. SBI itu demi masyarakat yang ada disekitar perusahaan tersebut,” tukasnya.

Politisi PDIP Sanggau itu mengakui telah menerima perwakilan karyawan PT. SBI ke Komisi B DPRD Sanggau pada Senin (02/07/18).

“Persoalan ini akan kita bahas terlebih dahulu dengan Anggota Komisi B, hasilnya akan kita sampaikan ke Bupati, dalam waktu dekat akan kita bahas persoalan ini, sekarang sedang kita jadwalkan,” kata Jana.

Dikonfirmasi terpisah via selular, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Hj. Jamilah menyampaikan pihaknya sudah beberapa kali menangani persoalan tersebut.

“Termasuk kemaren ada para karyawan PT. SBI bertamu lagi ke kantor kami, dan di terima oleh Iwan Noviar Kabid nya,” jelas dia.

Atas persoalan tersebut, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sudah menghubungi pihak manajemen untuk mengkonfirmasi persoalan tersebut.

“Kami mau tanya ke manajemen, kira – kira kapan mereka bisa ke Sanggau, Jawab mereka bosnya lagi di Pakistan, kemungkinan sekitar tanggal 20 Juli bosnya bisa ke Sanggau,” ujarnya

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Sanggau sangat menyayangkan masih adanya perusahaan yang tidak memenuhi kewajibannya untuk membayar gaji dan THR karyawan.

“Apalagi sampai enam bulan belum dibayar, inikan memalukan,” kata Ketua APINDO Sanggau Konggo Tjintalong Tjondro kepada wartawan, Selasa (03/07/18).

Dikatakan Konggo, tanpa karyawan perusahaan tidak bisa apa-apa.

“Kita minta Disnakertrans segera memanggil pihak perusahaan untuk segera menyelesaikan kewajibannya,” pinta Konggo. (indra)