Tim YAS Laporkan KPU ke Bawaslu dan Polisi

oleh

SANGGAU – Tim pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sanggau nomor urut 1, Yansen Akun Effendy – Fransiskus Ason (YAS), Abdul Rahim, SH melaporkan dugaan pelanggaran fatal yang dilakukan KPU Sanggau ke Bawaslu Kabupaten Sanggau.

“Laporan sudah kita sampaikan Sabtu malam tanggal 30 Juni 2018 sekitar pukul 19.00 Wib. Laporan kita ke Bawaslu Kabupaten Sanggau dengan tembusan Bawaslu RI dan DKPP. Kalau nanti Bawaslu RI tidak mampu menindak maka akan kita laporkan Bawaslu Kabupaten ke Bawaslu RI dan DKPP,” kata Abdul Rahim, SH juru bicara pasangan YAS kepada wartawan, Minggu (01/07/18).

Tidak hanya ke Bawaslu, tim YAS juga melaporkan temuan – temuan terkait money politik yang diduga kuat dilakukan tim sukses pasangan nomor urut 2, Paolus Hadi – Yohanes Ontot.

“Kita sudah punya bukti – bukti pendukung yang kuat untuk mempidana timses dan pasangan calon yang melakukan money politik. Laporan kita tetap ke Polres tapi tembusannya ke Polda dan Polri, jadi biar kinerja Polres yang menyelidiki temuan kami nanti bisa berjalan transparan karena diawasi pimpinan mereka di Mabes sana,” tuturnya.

Rahim, sapaan akrabnya menyebut, ada tiga point penting laporan yang mereka sampaikan, pertama terkait dugaan pidana yang dilakukan KPU, kedua, terkait money politik yang dilakukan tim sukses pasangan calon dan ketiga terkait C 1 yang bermasalah dan banyak yang tidak sesuai.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sanggau, Inosensius menyampaikan bahwa pihak sudah menerima laporan dari tim YAS. Namun, ada laporan yang disampaikan harus di lengkapi.

“Masih ada yang harus mereka (tim YAS) lengkapi terkait bukti – bukti dan saksi – saksi,” kata Ino, sapaan akrabnya. Meskipun menerima laporan tersebut, pihaknya belum bisa meregister mengingat masih ada yang harus dilengkapi.

“Intinya kami siap menindaklanjuti laporan tersebut selama bukti dan saksinya lengkap,” tegasnya.

Oleh karena laporan belum lengkap, pihaknya memberikan waktu hingga tanggal 03 Juli 2018 untuk melengkapi apa yang diminta.

“Yang perlu di lengkapi itukan bukti dan saksi, kalau itu sudah lengkap pasti kita proses,” ujarnya.

Terpisah, Ketua KPU Sanggau Sekundus Ritih saat dikonfirmasi terkait laporan tim YAS menjelaskan belum mengetahui materi laporan yang disampaikan ke Bawaslu.

“Saya belum tahu, jadi belum bisa komentar lebih jauh,” jawab dia singkat. (indra)