Peluncuran Program Ekspedisi Kopi Nusantara

oleh
Ilustrasi

JAKARTA – Dalam rangka lebih mengenalkan dan memasarkan varian kopi Indonesia, khususnya kopi Papua komunitas kopi yang didukung oleh Dewan Kopi Indonesia (DEKOPI), Association Sales Travel Indonesia (ASATI) dan Indonesia Diaspora Network (IDN), SME Export Empowerment dan Development menyelenggarakan kegiatan Ekspedisi Kopi Nusantara, yang akan dimulai di Wamena Papua pada 18-20 Agustus 2018.

Anton Priyantono, mantan Menteri Pertanian RI 2004-2009 sebagai Ketua Pelaksana program yang juga Ketua Umum DEKOPI menjelaskan bahwa Ekspedisi Kopi Nusantara merupakan kegiatan pendokumentasian keragaman kopi Indonesia, sekaligus pencitraan pariwisata eksotisme kopi mulai dari kebun sampai ke secangkir kopi, serta pariwisata sekeliling perkebunan kopi.

“Kopi di Indonesia, terutama dikenal dengan 2 jenis, yaitu arabika dan robusta, sementara itu daerah penghasil terbaik kopi di Indonesia untuk jenis arabika adalah Aceh Gayo (Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues), Sumatera Utara (Lintongnihuta, Mandailing dan Sidikalang), Jawa Tengah (Temenggung, Ungaran), Jawa Barat (Gunung Puntang, Malabar, Garut), Jawa Timur (Malang, Jember, Jampit), Flores (Bajawa, Manggarai), Sulawesi (Toraja dan Kalosi, Kabupaten Enrekang), Papua (Wamena) dan Bali (Kintamani). Sedangkan untuk penghasil kopi jenis robusta ada di Lampung (Lampung Tengah, Lampung Barat, dan Tanggamus), Bengkulu dan Sumatera Selatan,” ucap Anton.

“Keberadaan varian tanaman kopi Indonesia dari Aceh sampai Papua merupakan kelebihan kopi Indonesia dibandingkan dengan kopi dari negara-negara penghasil kopi terbesar dunia, seperti Columbia dan Brazil,” ujar Niniek Sadmojo, mantan Dubes RI untuk Columbia 2012-2017.

Kegiatan diawali dengan pencanangan program berupa Ekspedisi Pendakian dan Pengibaran Bendera Merah Putih di Puncak Trikora pada hari kemerdekaan RI ke-73 (17/08/18) disertai Coffee Trip (Wisata Kunjungan) ke kebun kopi di Wamena-Papua serta partisipasi dalam event festival Lembah Baliem. Seiring dengan hal tersebut, dilakukan juga pengumpulan data untuk penulisan buku “The Journey of Indonesian Coffee” mahakarya kopi Indonesia dari Wamena ke Takengon serta dokumentasi dan video di kebun kopi Wamena-Papua.

“Buku dan video dokumenter “The Journey of Indonesian Coffee”, bertujuan menjadi sarana promosi dan pemasaran kopi Indonesia yang paling efektif diseluruh penjuru dunia, dengan peran perwakilan Indonesia di luar negeri (KBRI, KJRI dan ITPC) bersinergi dengan komunitas Indonesia Diaspora Network yang tersebar diseluruh belahan dunia,” dijelaskan oleh Ira Damayanti selaku VP Indonesian Diaspora Network/ Diaspora USA sebagai penggagas  ide dan pengarah program buku dan video dokumenter.

“Pengumpulan data dan dokumentasi untuk penulisan buku dilakukan secara bergilir ke 12 daerah penghasil kopi setelah Wamena-Papua akan dilanjutkan secara berturut-turut ke Sulawesi, Flores, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Jambi, Sumatera Utara dan barakhir Aceh,” ditambahkan oleh Tengku Irham sebagai koordinator penyusun buku dan video dokumenter serta humas program.

Acara pendakian dan pengibaran bendera merah putih dipuncak Trikora dilakukan oleh 2 orang pendaki wanita Indonesia, yaitu Mila Ayu Hariyanti, pemegang rekor MURI pendaki perempuan tercepat yang mampu  menyelesaikan 7 summits Indonesia dalam kurun waktu 100 hari, Dr. Shelvie Nidya Neyman, M.Si, S.Kom, seorang dosen Institut Pertanian Bogor. Pengibaran bendera ini mengingatkan akan penyatuan menjadi bagian dari NKRI, sedangkan pendakian melalui 2 wanita ini menggambarkan semangat perjuangan wanita Indonesia.

Puncak Trikora atau Ettiakup merupakan salah satu gunung yang terdapat di Papua Barat, Indonesia. Nama Trikora diambil dari kepanjangan “Tri Komando Rakyat” yang dimandatkan oleh presiden pertama Indonesia, Soekarno, pada Desember 1961.

Puncak Trikora mencapai ketinggian 4.751 meter, menjadikannya gunung tertinggi ketiga di Indonesia setelah Puncak Jaya dan Puncak Mandala. Pada peluncuran program EKSPEDISI KOPI NUSANTARA juga akan diadakan kegiatan wisata perjalanan kopi (coffee trip), perjalanan wisata dengan mengundang peserta peminat kopi dan wisata dari mancanegara, serta lomba karya fotografi dengan tema kopi. (**)