Tim Advokasi Pasangan KaDo Sinyalir Ada Pelanggaran Pemilu

oleh

PONTIANAK – Tim advokasi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin-Gidot mensinyalir terjadinya pelanggaran pemilu di berupa pembukaan kotak suara di Kantor Camat Pontianak Utara dan Pontianak Kota.

“Kronilogisnya, pada tanggal 27 Juni 2018, sekitar pukul 20.00 di kantor camat Pontianak Utara telah terjadi perbuatan melawan hukum yang diduga dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan membuka semua kota suara yang ada disana,” kata Martinus Ekok kepada wartawan dalam keterangan persnya di Kota Pontianak, Jumat (29/06/18).

Pembukaan kotak suara tersebut, lanjutnya, dilakukan dengan alasan untuk mengambil form C-1 yang ada di dalam kotak tersebut. Pada saat bersamaan, datang komisioner Bawaslu Kalbar yang melihat kejadian tersebut dan memerintahkan agar kotak itu di tutup kembali dan di segel.

“Anehnya, kenapa bisa formulis C-1 itu ada di dalam kotak, karena seharusnya formulir C-1 itu harus berada di luar kotak suara. Kajadian ini juga terjadi di kantor Camat Kota, dimana semua kotak suara juga di buka dengan alasan yang sama, namun tidak dihadiri oleh para saksi,” tuturnya.

Peristiwa tersebut kata Martinus, jelas melanggar ketentuan yang ada, karena seharusnya kotak suara yang sudah dikumpulkan baru dapat dibuka pada saat pleno penetapan di tingkat PPK.

“Jelas hal ini bisa berindikasi adanya manipulasi data, sehingga kita melaporkan hal itu kepada Bawaslu provinsi Kalbar pada tanggal 28 Juni kemarin. Kami harapkan Bawaslu dapat menindaklanjuti laporan ini dan bisa bertindak tegas,” katanya.

Dia mengatakan, terkait kalah atau menang pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur Kalbar nomor urut 2, dirinya tidak menyinggung hal tersebut, namun, katanya, transparasi dalam proses pemilihan jelas harus diutamakan.

“Dengan adanya kejadian ini, bisa saja kami meminta untuk dilakukannya pemilihan ulang untuk Kecamatan Pontianak Utara dan Pontianak Kota. Makanya, kita minta KPU dan Bawaslu bisa bersikap objektif atas kasus ini,” kata Martinus. (*)