Banyak DPT Ganda, Warga Tuding KPU Sanggau Tidak Profesional

oleh

SANGGAU – Carut marutnya Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Pilkada serentak tahun 2018 mendapat perhatian serius dari warga Kabupaten Sanggau.

Melalui juru bicaranya, Abdul Rahim, SH, pihaknya menuding KPU tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Banyaknya temuan kita di lapangan terkait warga yang kehilangan hak pilih menunjukan KPU tidak profesional. Mestinya, hal seperti ini tidak boleh terjadi kalau KPU memang mereka profesional” kata Rahim, sapaan akrabnya, Senin (25/06/18).

Rahim menambahkan, sebagaimana peeintah Undang – Undang, Negara wajib menjamin hak setiap warga negara menggunakan hak pilihnya. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) semestinya berada di garda terdepan untuk menjamin hak warga negara bisa menggunakan hak pilihnya.

“Tidak mungkin ada pilkada berintegritas, kalau ada satu saja warga negara saja yang tereliminasi haknya untuk menggunakan hak pilih,” jelas dia.

Karenanya, menurut Rahim, KPU dan Bawaslu harus punya rencana atau strategi kerja agar DPT bermasalah termasuk warga yang kehilangan hak pilihnya itu tidak kehilangan haknya pada pemungutan suara Pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang.

“Ketidakmampuan memfasilitasi dokumen kependudukan warga negara, bukan menjadi landasan untuk menghilangkan hak pilih warga negara, apalagi dengan alasan IT atau webside KPU yang bermasalah,” kata dia.

Rahim memberikan contoh terkait warga di lingkungannya yang terpaksa harus hiilang dari DPT.

“DI RT 21 Gang Mandiri Kelurahan Beringin misalnya, ada 15 orang yang tidak masuk DPT, padahal PPDP sudah mendata. Dan itu juga terjadi di RT 12 ada 50 orang yang kehilangam hak pilih,” ungkapnya.

Akibat ketidakprofesionalan KPU ini, warga yang kehilangan hak pilihnya bisa menuntut KPU.

“Hak pilih itu dijamin Undang – Undang. Dan KPU sebagai penyelenggara Pemilu bisa saja dituntut karena menghilangkan hak warga memilih. Negarapun telah memberikan anggaran yang tidak sedikit kepada KPU untuk menyelenggarakan Pemilu ini,” tegasnya. (indra)