Warga Minta Tanto Yakobus Perbaiki Jalan Poros di Sekadau

oleh

SEKADAU – Warga Transmigrasi dari Satuan Pemukiman (SP I) menyambut baik kunjungan salah seorang anggota DPRD Kalbar Tanto Yokubus dan Tokoh Masyarakat Sekadau Paulus Subarno.

Ada beberapa keluhan yang di sampaikan oleh warga yang di wakili oleh Suparto, ia meminta agar jalan poros yang menjadi akses satu-satunya warga Trans untuk keluar ke kota kabupaten hancur lebur. Sehinga selama ini akses jalan nyaris putus.

“Untuk itu kami minta agar jalan yang dibuat tahun 90 an ini segera dibetulkan, paling tidak ditimbun dulu agar motor bisa lewat. Kalau musim hujan kami tidak bisa keluar. Padahal, kalau dihitung jarak ke kota kabupaten hanya 14 kilometer saja. Tapi, kenapa fasilitas kami terasa termarjinalkan,” kata¬† Parto.

Ia berharap kunjungan salah seorang anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat membawa angin segar bagi warga SP I desa Nanga Menterap ini.

“Kami tidak minta apa-apa asal kalan kami si perhatikan sudah cukup. Karna, jalan ini hanya satu-satunya akses bagi kami untuk angkutan bahan-bahan hasil bumi dan sembako dari kota Sekadau,” pintanya.

Permintaan warga tersebut langsung direspon oleh Tanto, ia berjanji untuk sementara dirinya akan mengandeng pihak swasta untuk mengatasi kesulitan transportasi warga di sini. Sebagai anggota DPRD dirinya merasa tersentuh hatinya untuk membantu kesulitan warga.

“Saya akan coba bantu agar jalan tersebut bisa di timbun mengunakan matrial batu, supaya arus transporstasi warga di sini sedikit lancar,” kata Tanto.

Untuk jangka panjangnya lanjut dia, bahwa jalan-jalan warga yang berada di pemukiman transmigrasi memang mengalami masalah kerusakan. Bukan hanya di sini tapi di tempat-tempat lain juga sama.

Sebab, jalan tersebut belum di serahkan oleh kementrian transmigrasi kepada pemerintah, baik itu pemerintah provinsi maupun pemerintah di kabupaten. Jadi, anggaran APBD Pemprov san APBD pemkab tidak bisa di alokasi untuk perbaikan jalan-jalan yang statusnya masih jalan Transmigrasi.

“Ini menjadi bahan saya untuk membuat laporan kepada gubernur dan rekan-rekan anggota DPRD Provinsi yang khusus menanggani jalan-jalan bagi warga yang tingal di SP,” ucapnya.

Di tempat yang sama Paulus Subarno tokoh masyarakat yang juga hadir pada saat dialog dengan warga SPI akan membantu kesulitan warga SP I.

“Memang kalau saya lihat jalan ini memang sudah sangat parah.Jadi, Sebagai seorang tokoh saya akan bantu dengan cara saya.
Kebetulan excavator saya berada di wilayah ini. Jadi, kalau sudah selesai mengerjakan lahan kepala desa maka saya akan bantu buang lumpur pakai ekcavator, selama 10 jam,” katanya

Bantuaan ini kata dia, murni karena ada rasa kebersamaan antar sesama warga. Jadi, warga Transmigrasi sudah kita anggap keluarag. Jadi, apapun kesulitan warga Trans artinya kesulitan kami juga.

“Saya akan bantu kebetulan sekali karena excavator saya ada di sini.jadi, saya siap atasi kesulitan warga di sini terutama jalan,” katanya. (sutarjo)