Komentar Membahayakan di Medsos, Polres Mempawah Amankan JH di Jambi

oleh

MEMPAWAH – Masyarakat Kabupaten Mempawah akhirnya bisa bernafas lega. Lantaran JH, pelaku dugaan penistaan agama di Media Sosial (Medsos) berhasil diciduk tim khusus Polres Mempawah, di kediamanya di Kabupaten Muara Bungo, Provinsi Jambi, Jumat (22/06/18) siang.

Guna memberikan keterangan lebih lanjut terkait kronologis penangkapan serta progres dari kasus yang sempat membuat heboh dan ketegangan di Kabupaten Mempawah ini, pihak Polres Mempawah pun berinisiatif menggelar jumpa pers, di ruang kerja Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Mempawah, Minggu (24/06/18) siang.

“Pertama, yang pasti orangnya ada, tidak fiktip ya,” jelas Kasat Reskrim Polres Mempawah, AKP Denny Satria.

Terkait kronologi penangkapan, Denny mengakui, pencarian JH, awalnya berjalan cukup alot Dan Rumit. Pihaknya butuh waktu sepekan bagi kepolisian sampai menemukan lokasi pasti keberadaannya di Jambi.

Namun melalui koordinasi intensif dengan Dit Reskrimsus Polda Kalbar serta kepolisian Polda Jambi, JH berhasil ditemukan.

“Tim khusus dari kita berjumlah lima orang, dengan dibantu petugas dari Polres Muara Bungo. Dari sanalah kita mengetahui titik koordinat pelaku, dan akhirnya kita mendatangi lokasi di mana yang bersangkutan berada,” kata Denny.

Menurut Denny, JH diciduk saat sedang bekerja, di toko sparepart (onderdil) Genset di Muara Bungo. Saat dilakukan penangkapan, pelaku tidak melakukan perlawanan, hanya reaksi kaget yang terlihat di wajahnya.

“Tersangka kooperatif. Menurut saja saat dibawa. Penangkapannya siang, dan langsung kita bawa ke Polres Muara Bungo, kemudian kita bawa ke sini. Sampai di Mempawah pada Sabtu (23/06/18),” ungkap Denny.

Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan Penyidik Polres Mempawah, motif pelaku memposting statement yang diduga menjurus pada unsur tindak kriminal penistaan agama tersebut, hanya iseng.

“Tetapi kita akan dalami apa motif tersangka menulis komentar tersebut di Facebook,” katanya.

Penangkapan JH, berawal dari postingan berita yang dibagikan akun facebook milik Sungai Pinyuh berbagi berita, tentang Toko Perak di Mempawah yang dibobol maling, sehingga membuat komentar berbagai macam dari Netizen.

“Namun komentar JH dianggap menyudutkan,” tuturnya.

Atas perbuatannya tersebut, JH disangkakan dengan Pasal 45 (a) ayat (2) junto Pasal 28 ayat (2) KUHP dan UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 Miliar.

“Untuk pemeriksaan dari saksi ahli akan kita jadwalkan secepatnya, terutama ahli bahasa dan ITE. Terkait dengan ahli dari agama, jika memang dibutuhkan nantinya, kita juga akan memintanya. Ini terus berproses,” tutup Denny.

Dalam kesempatan itu, Polres juga turut menghadirkan JH (34), pria kelahiran Kabupaten Muara Bungo. (Hamzah)