Karolin Yakin Masyarakat Kalbar Pilih Nomor 2

oleh
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin-Gidot. Foto : Istimewa

PONTIANAK – Calon Gubernur Kalimantan Barat nomor urut 2, dr. Karolin Margret Natasa menyerahkan keputusan hasil pemilihan Gubernur Kalbar tahun 2018 ini kepada masyarakat Kalbar, karena dirinya yakin, masyarakat Kalbar mempercayakannya untuk menjadi pemimpin provinsi itu.

“Selama masa kampanye lima bulan ini, kami sudah berusa keras, kami juga sudah membuktikan kinerja kepada masyarakat dan bukan sekedar janji. Untuk hasil pilkada nanti, kita serahkan saja kepada masyarakat Kalbar, karena saya yakin masyarakat pasti memilih saya dan pak Gidot untuk memimpin Kalbar ke depan,” kata Karolin di Sanggau, Sabtu (23/06/18).

Menurut Karolin, dirinya menjadi calon gubernur bukan serta merta keinginan Cornelis atau partai pengusung. Dia sendiri sudah melalui beberapa proses pendidikan politik, dimana sejak delapan tahun lalu, sudah dipercayakan masyarakat Kalbar untuk menjadi anggota DPR selama dua periode.

Bahkan, berhasil menjadi anggota DPR dengan perolehan suara terbanyak se-Indonesia.

Kemudian, lanjutnya, saat kembali ditugaskan oleh PDI Perjuangan untuk mengikuti Pilkada Landak, dirinya juga berhasil memenangkan pilkada tersebut dengan perolehan suara hingga 98 persen.

Menurut dia, prestasi tersebut tentu menjadi pertimbangan besar partai yang telah membesarkan namanya untuk kembali menugaskannya bertarung pada Pilkada Kalbar tahun ini. Karena berdasarkan hasil survei, dirinya juga berpeluang besar untuk memenangkan Pilkada Kalbar tersebut.

“Jadi, ini tidak instan dan saya sudah berproses, saya dinilai mampu untuk memimpin Kalbar kedepan. Jadi bukan karena dinasti politik atau keserakahan untuk memimpin Kalbar,” tuturnya.

Justru, kata Karolin, Dirinya bersedia maju karena ingin melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan oleh ayahnya selama sepuluh tahun terakhir.

“Kami menyadari, masih banyak yang belum selesai, sehingga ini harus diteruskan. Jika Kalbar dipimpin oleh calon lain nantinya, tentu kebijakannya akan berbeda dan proses pembangunan ini tidak bisa berlanjut, karena lain pemimpin tentu lain programnya,” kata dia.

Untuk itu, Karolin meminta kepada masyarakat agar tidak mudah termakan isu politik dinasti tersebut, dan bisa berpikir serta berpandangan realistis.

Karolin menilai, masalah yang dihadapi di pemerintahan sangat kompleks dan itu akan menjadi tugasnya sebagai Gubernur nanti. Ia memastikan akan bekerja semaksimal mungkin, karena menurutnya, kinerja maksimal itu akan menjadi jawaban atas isu dinasti politik atau politik dinasti yang berembus pada dirinya.

Seperti diketahui, Karolin merupakan putri dari Gubernur Kalbar, Cornelis. Kendati demikian, ia menilai isu tersebut wajar diperdebatkan dalam era demokrasi.

“Tapi isu itu tidak boleh menafikan hak saya untuk memilih dan dipilih. Dan tugas saya membuktikan, saya dapat dan berhak menjalankan tugas yang sudah dibebankan kepada saya,” kata dia.

Ia pun menegaskan bahwa dalam roda pemerintahan, tidak hanya gubernur dan bupati saja yang berperan tetapi ada juga kiprah DPRD. Kondisi ini menjadi bantahan tegas akan isu dinasti politik sebab ia tidak sendirian dalam memimpin Kalbar nantinya.

“Untuk itu, kami kembali mengajak masyarakat Kalbar untuk bersama-sama melanjutkan pembangunan di provinsi itu. Tanggal 27, kita datang ke TPS, coblos nomor 2 dan kita menangkan bersama Pilkada ini,” kata Karolin. (*)