DPT Ganda, Tim YAS Lapor Panwaslu Sanggau

oleh

SANGGAU – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sanggau nomor urut 1 Yansen Akun Effendy dan Fransiskus Ason pada Sabtu (23/06/18) secara resmi melaporkan temuan DPT ganda ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sanggau. Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Liason Officer (LO) pasangan.YAS, singkatan dari Yansen – Ason.

“Kami secara resmi melaporkan temuan terkait DPT ganda yang jumlahnya ribuan. DPT ganda ini berpotensi di salahgunakan. Oleh karenanya kami meminta KPU segera mengklarifikasi temuan kami ini,” kata LO pasangan YAS, Abang Adi Subrata didampngi Slamet Riyanto LO PKB dan Gusti Mulyono tim penasehat hukum pasangan YAS.

Adi sapaan akrabnya mengaku sangat kecewa dengan kinerja KPU. Pasalnya, meskipun sudah dibahas di dalam rapat pleno perbaikan dan sepakat akan dihapus, pihaknya masih saja menemukan DPT ganda.

“Kita sudah minta, waktu rapat pleno DPT perbaikan kemaren supaya DPT ganda yang jumlahnya 13 ribu lebih itu dihapus, ternyata setelah kami menerima rekap DPT hasil perbaikan, DPT ganda masih saja ada, ada apa ini dengan KPU,” tanya Adi.

“Dan inilah sebabnya hari ini kami melaporkan KPU ke Panwaslu,” pungkas Adi.

Terpisah, Ketua Panwaslu Sanggau Inosensius membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan DPT ganda yang disampaikan tim pasangan YAS.

” Sudah kita terima laporannya. Setelah kita meminta keterangan dan kita register nanti akan kita lakukan mekanisme pelanggaran,” kata Ino sapaam akrabnya. Dan apabila terbukti ada pelanggaran, lanjut Ino, akan kita tindaklanjuti.

Disimggunh apakah KPU akan mendapatkan sangsi jika terbukti melakukan pelanggaran, Ino menjelaskan akan melihat hasil kajian.

“Kita lihat nanti dalam kajian, kalau menurut peraturan perundang – umdangan KPU melakukan pelanggaran kita lihat lagi apakah ini pelanggaran administrasi, pidana atau kode etik,” ujarnya.

Panwaslu, kata Ino, mempunyai waktu maksimal lima hari menindaklanjuti laporan tersebut.

“Batas waktu kita menindaklanjuti laporan itu tiga hari plus dua hari,” tuturnya. (indra)