Karolin-Gidot Komitmen Maksimalkan Program Tanah Objek Reforma Agraria untuk Masyarakat Kalbar

oleh

PONTIANAK – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua, Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot berkomitmen menjalankan Program (TORA) Tanah Objek Reforma Agraria dari pemerintah pusat untuk memberikan status kepemilikan hak terhadap penggunaan lahan bagi masyarakat di pedalaman.

Salah satu indikator kemiskinan adalah kepemilikan sertifikat hak milik atas tanah dan lahan oleh masyarakat.

“Indikator kemiskinan sendiri di tingkat pusat belum mendapatkan kata sepakat. Saya 2 periode di DPR RI, jadi saya tahu. Salah satu yang menjadi indikator kemiskinan adalah kepemilikan sertifikat hak milik atas tanah dan lahan,” ucap Karolin ketika menjawab pertanyaan dari pasangan calon gubernur nomor urut tiga, Sutarmidji dan Ria Norsan, Kamis (21/06/18).

Karolin menjelaskan faktor yang menyebabkan tingkat kemiskinan di daerah adalah masih banyaknya ditemukan masyarakat yang tinggal diwilayah hutan lindung dan tidak memiliki sertifikat hak milik atas tanah dan  lahan.

“Bagaimana masyarakat kita tidak miskin, masyarakat kita masih banyak yang hidup di wilayah hutan lindung sehingga tidak memiliki sertifikat kepemilikan atas tanah dan lahan tersebut,” kata Karolin.

Pasangan yang diusung oleh PDI perjuangan, Demokrat dan PKPI itu berkomitmen memanfaatkan program TORA (Tanah Objek Reforma Agraria) dari pemerintah pusat untuk memberikan hak milik atas lahan milik masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk memanfaatkan Program Tanah Objek Reforma Agraria dari Jokowi bagi masyarakat kita yang tinggal di pedalaman,” ucap Karolin. (**)