Karolin-Gidot Komitmen Antisipasi Korupsi di Lingkungan Birokrasi

oleh
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut 2, Karolin-Gidot. Foto : Istimewa

PONTIANAK – Calon Gubernur Kalabar nomor urut dua, dr. Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot, berkomitmen untuk memberantas Korupsi di lingkungan birokrasi pemerintah daerah.

“Di Kalbar terjadi peningkatan kasus korupsi tiap tahunnya. Ke depan kita akan memaksimalkan fungsi e-bugeting, e-planning dan sistem lainnya. Kita akan meningkatan kerjasama dengan KPK, BPK untuk pihak lainnya untuk memperkecil peluang adanya korupsi di jajaran Birokrasi Kalbar,” kata Karolin, saat menjawab pertanyaan dari tim perumus dalam Debat Kandidat Pikada Kalbar tahap akhir di Hotel Aston Pontianak, Kamis (21/06/18).

Karolin menyatakan, dirinya akan mendukung komitmen pemberantasan korupsi dalam berbagai bentuk, karena menurutnya korupsi adalah musuh bersama yang harus dilawan.

“Kita semua komitmen mendukung pemberantasan korupsi dalam berbagai bentuk mulai dari Pungutan liar (Pungli), gratifikasi, suap sampai pada penyalahgunaan wewenang dan keuangan negara. Karena telah tertanam di benak kita bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan, menjadi faktor utama penghambat pembangunan kesejahteraan rakyat, korupsi adalah musuh bersama yang harus kita lawan bersama,” ujar Karolin.

Karolin melanjutkan, pemberantasan korupsi dapat menjadi seperti alarm atau rambu-rambu yang dapat mengingatkan dan penyadaran sebelum perbuatan korupsi terjadi.

“Kita berharap agar ada penguatan bagi penyelenggara negara dan aparatur pemerintahan untuk dapat menghindari atau pencegah dirinya, jajarannya dan organisasinya untuk tidak melakukan praktek-praktek korupsi,” jelasnya. (**)