Cornelis Sambangi Posko Relawan Kamang Sekadau

oleh

SEKADAU – Sekitar sepekan lagi, pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2018 akan dihelat. Hal ini dimanfaatkan Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat, Cornelis usai menghadiri Pekan Gawai Dayak (PGD) Kabupaten Melawi, dengan menyinggahi posko Relawan Kamang di Sekadau, Senin (18/06/18).

Sepulang dari Kabupaten Melawi, mantan Gubernur Kalimantan Barat dua periode ini menyempatkan dirinya berkomunikasi dengan para Relawan Kamang dan Kompakg Kabupaten Sekadau.

Dalam arahanya mantan Gubernur Kalbar dua periode ini meminta agar relawan Kamang dan Kompakg selalu teguh dan tetap pada pendirian yakni mendukung pasangan nomor urut 2.

Ia juga meminta tim Kompakg dan tim Kamang di Sekadau tetap solid untuk memenangkan pasangan Karolin- Gidot,demi pembangunan Kalbar yang berkelanjutan untuk Kalbar aman dan damai.

“Saya ingin bertemu dengan para relawan pendukung pasangan nomor urut 2 Karolin-Gidot (KADO), relawan Kamang dan Kompakg Kabupaten Sekadau,” kata Cornelis.

Pertemuan singkat ini dipergunakan oleh ketua tim kampanye Provinsi Kalimantan Barat, pasangan nomor urut 2 dr. Karolin Margret Natasa – Suryadman Gidot, M. Pd ini untuk memberikan arahan kapada para relawan mengingat Pilgub sudah semakin dekat hanya tinggal 1 minggu saja.

Cornelis berpesan kepada seluruh tim kampanye pasangan nomor urut 2 (KADO) agar tetap solid, berpolitik santun dan taat kepada UU yang berlaku pada saat pilkada.

“Mari kita bersama – sama memenangkan pasangan nomor urut 2 Karolin-Gidot (KADO) pada Pilgub 27 Juni mendatang,” pesan mantan orang nomor 1 di Kalbar ini kepada para relawan.

Ditempat yang sama ketua tim Kamang Sekadau Yohanes Anes kepada awak media mengatakan bahwa dirinya bersama dengan teman dari Kompkg telah di datangi sejumlah anak muda untuk menjadi Relawan Pemantau di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sejauh ini kata Anes sudah banyak yang daftar menjadi relawan pemantau di TPS-TPS. Bahkan sudah ada 675 orang,semuanya dari kalangan kaum melenial yakni anak-anak muda baik pemuda maupun pemudi.

“Mereka datamh dengan minta di daftar memjadi tim pemantau do TPS. Bahkan mereka sangup denham biaya sendiri. Salah satu tujuannya agar pemilu ini bisa berjalan dengan demokratis dan jurdil. Itu juga yang menjadi motivasi mereka untuk nergabunh dalam tim pemantau,” kata Anes. (sutarjo)