MABBT dan KERABAT Sayangkan 2 Paslon Pilwako Pontianak Tak Penuhi Undangan Silaturahmi

oleh
Paslon Harry-Yandi saat bersama tokoh masyarakat Batak. Foto : Arif

PONTIANAK – Majelis Adat Budaya Batak Toba (MABBT) Kota Pontianak sangat menyayangkan ketidakhadiran 2 paslon Pilwako dalam acara tatap muka dan silaturahmi dengan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak yang digelar MABBT dan Kerukunan Masyarakat Batak (KERABAT) Kalbar di Wisma Nusantara, Pontianak, Senin (11/06/18).

“Padahal sudah Kita undang, dan paslon pun sudah berjanji akan datang dalam acara ini,” ucap Ketua MABBT Kota Pontianak, Letkol (Purn) YM Pangaribuan.

Namun, Ia melanjutkan, kemungkinan 2 paslon Pilwako Pontianak itu berhalangan hadir, karena padatnya jadwal kampanye.

“Bisa jadi mereka ini sibuk dengan jadwal Pilkada, jadi tidak ada waktu untuk datang kesini,” ucapnya.

Kedua paslon Pilwako Pontianak yang tidak hadir ketika diundang MABBT Kota Pontianak dan KERABAT Kalbar adalah paslon nomor 2, Edi Kamtono-Bahasan dan nomor 3, Satarudin-Alpian Aminardi.

Sebenarnya, Ia melanjutkan, pengurus maupun masyarakat yang tergabung dengan MABBT dan KERABAT menginginkan apabila satu diantara ketiga paslon ini terpilih dalam Pilwako Pontianak, sudah mengetahui dan mengenal masyarakat batak.

“Pepatah mengatakan kalau tidak kenalkan berarti tidak sayang, jadi kalau beliau nanti terpilih sudah mengenal Kami, tentunya komunikasi sudah lancar, dan Kami jugakan ikut terlibat dalam pembangunan yang diselenggarakan Pemerintah Daerah. Kami hanya ingin menjalin komunikasi, sehingga siapapun yang terpilih akan Kami dukung,” ucap Pangaribuan.

Ditambahkannya, untuk Kota Pontianak jumlah anggota MABBT dan KERABAT berjumlah kurang lebih 13 ribu orang.

“Belasan ribu orang Batak ini, nantinya akan memberikan suara dalam Pilkada serentak,” ucapnya.

Ia mengimbau, agar masyarakat Batak di Kota Pontianak tidak golput dan  dapat menggunakan pilihnya dalam Pilkada serentak nantinya.

Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak nomor 1, Harry-Yandi yang merupakan paslon satu-satunya yang hadir dalam acara itu pun menyambut baik, dengan terselenggaranya kegiatan ini.

Cawako Harry pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Batak yang telah  mengundang paslon Harry-Yandi untuk mengikuti kegiatan tatap muka dan silaturahmi ini.

“Kami sebagai pasangan nasionalis, selalu mengedepankan bahwa Kita semua adalah bersaudara. Acara ini sangat bermanfaat dan Kami berdua ingin mendapat saran maupun masukan, kritikan serta apa saja yang membangun tentu akan Kami laksanakan ketika nantinya menjadi pemimpin di Kota ini,” ucapnya.

Sebenarnya, persoalan-persoalan yang disampaikan oleh masyarakat Batak ini, seperti pementasan kemiskinan, pemerataan pembangunan, dan pembukaan lapangan kerja merupakan bagian dari program yang akan dilaksanakan paslon Harry-Yandi bila terpilih menjadi pemimpin Kota Pontianak kedepan.

“Persoalan-persoalan itu memang terjadi dilapangan, dan masyarakat butuh pemimpin yang dapat membawa perubahan di Kota ini, terutama mengenai pembangunan, kesejahteraan, lapangan kerja dan termasuk pertumbuhan ekonomi baru ┬ádengan pembangunan pariwisata air ditepian sungai Kapuas,” ucapnya.

Menanggapi dengan tidak hadirnya, kedua paslon Pilwako Pontianak yang diundang MABBT dan KERABAT, sebenarnya Cawako Harry berharap agar kedua paslon lainnya dapat hadir, sehingga diskusi akan lebih berwarna.

“Alangkah baik kalau kedua paslon lainnya itu juga hadir, sehingga diskusi ini akan lebih menarik. Namun ini sudah terjadi, dan menjadi catatan bagi Kita semua untuk menghargai sesama, terutama masyarakat Batak yang merupakan bagian dari Kita semua,” ucapnya. (Dody)