Ini Program Karolin Untuk Infrastruktur di Kalimantan Barat

oleh

PONTIANAK – Pembangunan infrastruktur mutlak dilakukan untuk menghubungkan kawasan-kawasan terisolir, terutama daerah-daerah yang belum terjangkau, agar pertumbuhan ekonomi bisa terwujud. Hal inilah yang menjadi komitmen Calon Gubernur Kalimantan Barat, dr. Karolin Margret Natasa.

“Masih cukup banyak jalan provinsi yang selesai dikerjakan. Saya akan melanjutkannya. Jangan sampai tidak selesai karena merintisnya sulit sekali, biaya yang dikeluarkan juga tidak sedikit,” kata Karolin.

Calon gubernur dari kalangan perempuan itu mengungkapkan, pembangunan sektor infrastruktur yang membutuhkan dana tidak sedikit itu harus mendapat dukungan dari pemerintah pusat.

“Komitmen saya ini sejalan dengan apa yang dilakukan pemerintah pusat. Era Presiden Jokowi ini pembangunan infrastruktur menjadi hal yang utama. Maka sangat mudah kita koordinasikan agar infrastruktur jalan di Kalbar juga semakin baik,” ujarnya.

Secara politis, kata Karolin, bisa mengkomunikasikan langsung aspirasi dan kebutuhan pembangunan di daerah dengan pemerintah pusat, karena saya punya jaringan partai yang sama dengan Presiden saat ini.

Karolin yang berpasangan dengan Suryatman Gidot, di Pilgub Kalbar tahun ini juga memastikan konektivitas jalan yang menghubungkan satu kecamatan ke kecamatan lainnya akan menjadi skala prioritas, jika terpilih menjadi Gubernur Kalbar.

“Masih banyak kecamatan di daerah pedalaman dan pesisir yang belum terhubung. Ini harus terkoneksi sehingga memudahkan pembangunan sektor lainnya,” lanjut dia.

Ia mencontohkan di Kabupaten Sekadau.  Jalan yang menghubungkan menuju Kabupaten Ketapang, masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan. Antara lain ruas jalan dari Sekadau menuju Belitang Hulu, melewati Belitang, Belitang Hilir dan Belitang Hulu yang berstatus jalan kabupaten.

“Di ujung jalan itu adalah batas Kabupaten Sintang dan Sekadau, ada jalan provinsi yang telah dirintis mulai jalan Balai Sebut sampai ke batas Sekadau. Namun masih ada sekitar 30 km yang belum bisa ditembuskan karena kekurangan biaya dan ke depan jalur Balai Sebut ke Balai Sepuak akan ditembuskan sehingga status jalan dapat diteruskan dari pihak kabupaten ke provinsi karena merupakan jalan lintas kabupaten,” jelasnya. (*)