APJI Kalbar Deklarasi Gunakan Gas Nonsubsidi

oleh

PONTIANAK – Sejumlah pengusaha kuliner, rumah makan dan katering yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Kalbar, mendeklarasikan menggunakan elpiji nonsubsidi.

“Hingga saat ini sudah ada 37 pengusaha kuliner, rumah makan dan lainnya yang tergabung dalam APJI Kalbar. Untuk langkah pertama sudah disiapkan sekitar 100 tabung bright gas,” ungkap Ketua DPA APJI Kalbar, Habibi kepada wartawan, Rabu (06/06/18).

Hingga saat ini, APJI Kalbar, baru dibentuk di Kota Pontianak, sementara untuk kabupaten/kota lainnya akan menyusul dalam waktu dekat.

Menurutnya, penggunaan bright gas terhitung lebih murah dan aman dibanding menggunakan elpiji tiga kilogram.

“Sebelumnya saya dalam sehari menggunakan 12 tabung untuk gas subsidi, ketika pindah menggunakan bright gas 5,5 kilogram menjadi empat tabung per hari,” kata Habibi yang merupakan pengusaha katering PT Borneo Catering Service tersebut.

Ia menjelaskan, setiap anggota APJI Kalbar telah mendapat kartu tanda anggota. Dan untuk menjadi keanggotaanya, harus mendapat rekomendasi dari pihak Pertamina, APJI dan instansi terkait lainnya, sehingga kalau tidak mentaati aturan, maka kartu keanggotaan tersebut bisa dicabut.

Sementara itu, General Manajer MOR VI, Pertamina Wilayah Kalbar, Made Ade Putra menyampaikan apresiasinya kepada APJI Kalbar, atas komitmennya untuk menggunakan elpiji nonsubsidi tersebut.

“Tentunya kami berharap, apa yang dilakukan oleh APJI Kalbar, bisa menjadi contoh bagi pengusaha kuliner lainnya yang ada di Kota Pontianak dan Kalbar umumnya, apalagi dengan beralihnya para pengusaha kuliner untuk menggunakan elpiji nonsubsidi akan berdampak pada meningkatkan pemasukan daerah,” katanya.

Selain itu, pihaknya bersama instansi terkait yang ada di Kalbar juga terus melakukan sosialisasi terkait penggunaan bright gas bagi pengusaha kuliner.

“Kami meminta awak media juga aktif mensosialisasikan, bahwa para pengusaha kuliner yang pendapatannya sebesar Rp1,5 juta per hari sudah tidak berhak lagi menggunakan elpiji subsidi tersebut,” katanya.

Penjabat sementara Wali Kota Pontianak, Mahmudah menyatakan dukungannya kepada sejummlah pengusaha yang tergabung dalam APJI yang sudah berkomitmen untuk menggunakan elpiji nonsubsidi.

“Dengan beralihnya para pengusaha yang tergabung dalam APJI tersebut, maka elpiji tiga kilogram, ke depannya memang benar-benar dimanfaatkan atau digunakan oleh masyarakat yang berhak saja,” ujarnya.

Sehingga, menurut dia, pihaknya sangat mendukung langkah Pertamina dan APJI dalam menggalakkan penggunaan elpiji nonsubsidi bagi para pengusaha rumah makan, restoran dan pengusaha katering lainnya.

“Apalagi menjelang Lebaran, penggunaan BBM dan elpiji akan meningkat, maka langkah APJI yang komitmen untuk menggunakan elpiji nonsubsidi sangat membantu pemerintah agar elpiji subsidi memang digunakan oleh masyarakat yang benar-benar berhak,” kata Mahmudah. (*)