Cerita Warga Pontianak Tentang Bang Satar

oleh

PONTIANAK – Diskusi dengan Satarudin atau lebih akrab dipanggil sebagai “Bang Satar”, Calon Walikota Pontianak ternyata sangat menyenangkan. Mantan Ketua DPRD Kota Pontianak ini sangat apa adanya, gaya bicaranya blak – blakan tanpa ada ruang sekat seperti ketika bicara dengan para pejabat tinggi.

Bahkan Bang Satar sangat dikenal di masyarakat. Rumahnya hampir 24 jam tidak pernah sepi lantaran sering mengundang teman – teman dan simpatisan untuk diskusi makan dirumahnya dengan menu khusus buatan beliau “Ikan Angsam asam Pedas”.

“Dari pada kitak aku bawa makan di restoran, mending aku masakan jak. Ikannye aku bise dapat yang segar dan masak sendiri lebih puas,“ celetuk Bang Satar dengan dialek khas Melayu Pontianak.

“Diplomasi Asam Pedas”, mungkin itu kata kunci yang bisa digambarkan secara pas ketika melihat pola – pola pendekatan dan gaya menampung aspirasi Bang Satar kepada masyarakat dan konstituennya.

“Alhamdulilah kali ini ketiban rezeki, mendapat kesempatan merasakan Asam pedas ala bang Satar di kediaman beliau daerah Tanjung Raya II,” ungkap Ketua Fordeb, Qodja kepada wartawan.

Menururnya, waktu itu dirinya mendampingi dua teman luar biasa yakni Beni Sulastiyo (seorang Penulis, Politisi, Pelaku Industri Kreatif, Calon DPD RI), dan Rizal Hamka (seorang Icon Industri Kreatif Kalbar) yang telah banyak berkontribusi aktif dalam memajukan Industri – industri kreatif di Kalimantan Barat.

“Kami diajak menuju pendopo kecil di bagian belakang rumah Bang Satar, ternyata pendopo itu juga dapur sekalian tempat makan. Kami bersaprahan ria sambil melantai, menikmati Ikan Asam pedas dipadu dengan lauk – lauk pendukungnya, sehingga membuat mata, lidah dan otak tersingkronisasi secara kognitif untuk mendefinisikan kenikmatan yang begitu luar basa,” ungkapnya.

Kesempatan tersebut tidak hanya sekedar menikmati menu andalan Bang Satar, namun juga sambil berdiskusi membicarakan beberapa hal mengenai Kota Pontianak kedepan.

“Banyak hal dalam percakapan kami dengan bang satar, membuat saya terkesima sebagai orang yang baru mengenal beliau, mengingat Bang Satar sangat menguasai berbagai hal dari kegelisahan – kegelisahannya terhadap masalah – masalah pendidikan, kesehatan, lingkungan, kesejahteraan, bonus demograpy sampai kepermasalahan – permasalahan global lainya, yang di jawab dengan konsep dan gagasan cemerlang,” tuturnya.

Bang Satar akan membuat Kota Pontianak lebih Smart/Cerdas, lebih Hijau, lebih sehat, lebih Sejahtera, dan dikenal dunia.

Satu pertanyaan yang terlontar saat itu membuat dirinya terkesima. Sebab, Bang Satar berbicara global.

“Sepertinya Bang Satar optimis mampu memperkenalkan Pontianak kepada dunia,” ujarnya.

Hal ini dikarenakan Bang Satar memiliki sesuatu yang dapat memperformulasikan itu semua.

Selain itu sudah menjadi kewajiban sebagai pemimpin untuk merepresentasikan Kota Pontianak tidak hanya di dalam bahkan diluar.

Sementara Bang Satar mengaku jika terpilih sebagai Walikota Pontianak, dirinya akan membangun Tim khusus guna menjajaki kerjasama Sister City dengan Negara – Negara yang memilki potensi untuk pengembangan kemajuan Kota Pontianak dalam segala bidang.

“Dalam masa kepemimpinan Bang Midji menjadi Walikota sampai dengan saat ini, saya sangat memuji pola kerja beliau dalam memajukan Kota Pontianak. Selain membangun kota, beliau juga selalu membangun komunikasi dengan segala pihak bahkan dunia,” kata Bang Satar.

Menurutnya, Walikota Sutarmidji telah melakukan kerjasama dengan beberapa Negara seperti Swiss dan Denmark.

“Estafet ini akan saya lanjutkan demi kemajuan Kota Pontianak, jika memungkinkan saya akan terus membangun komunikasi dan penjajakan  kerjasama Sister City dengan beberapa kota di belahan dunia, seperti Kota Vanesia yang terkenal dengan kota air, Bangkok dimana ratusan produk – produk UKMnya telah mendunia dan kita harus bisa belajar dari bangkok dan beberapa  Negara di berbagai belahan benua Asia, Eropa, Autralia, Afrika dan Amerika,” tuturnya dengan penuh keyakinan.

Dari beberapa pertanyaan dan diskusi yang terbangun pada saat itu menunjukkan bahwa Bang Satar merupakan orang yang selalu membuka Akses kepada masyarakat untuk siap menerima masukan dan bahkan kritikan.

Dari cara menjawab, Bang Satar adalah orang yang mau belajar, dan sangat cerdas. Terbukti dengan kecerdasannya, Bang Satar mampu menjadi Ketua DPRD Kota Pontianak. (*)