Cegah Penyelundupan, Camat Entikong Gelar Rakor Perbatasan

oleh

SANGGAU – Untuk mencegah penyeludupan narkoba masuk ke wilayah indonesia melalui jalur perbatasan, Camat Entikong menggelar rapat koordinasi (rakor) tentang keamanan dan bahaya penyelundupan narkoba di wilayah Perbatasan, Selasa 05/06/18) pagi.

Rakor yang digelar di Aula kantor Camat Entikong jalan Lintas Malindo Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau tersebut dipimpin langsung Camat Entikong Suparman dan dihadiri Wakapolsek Entikong, Iptu Eeng Suwenda, Kepala Bidang Administrator Viktorius Dunand, Danyon Pamtas 511/DY Letkol Inf Jady, Danramil Entikong, Mayor M.A Setiawan, Kepala Karantina Perikanan Entikong, MW Giri Pratikno, Kepala Cabjari Entikong, Afwan Annas S.H, Kepala P2TKI Entikong yang diwakili, Agud Gudiyahman S.H, RRI Entikong, Oktovianus, Kasi P2 Bea Cukai Entikong, Riswandono, Perwakilan Karantina Pertanian, Kharuddin, Bin Entikong, Baskoro, Perwakilan Karantina Ikan Ridwan, Bais Entikong, Mayor Panji dan Kasi Imigrasi Entikong, Indra Idris

Camat Entikong, Suparman menyampaikan rakor hari ini sesuai surat dengan nomor 005/288/set-Um yaitu Rapat koordinasi masalah keamanan dan Bahaya Penyelundupan Narkoba di Wilayah Perbatasan.

“Dalam rakor hari ini kami mengundang 22 orang instansi yang ada di wilayah Entikong. Isu -isu yang saya dengar ini menjadi perhatian kita, dan tidak bermaksud menyalahkan yang lain. Sejak 2016 – 2017 apa yang menjadi tantangan kita sudah berkurang,” kata Suparman saat memimpin rakor.

Suparman mengajak masyarakat saling menghargai, tidak menyalahkan orang lain.

“Seperti isu masalah mobil (penerapan STNK-LBN) Malaysia yang mana ada nomer Polisinya. Masalah pembuatan paspor dan perpanjangan paspor. Masalah Keamanan di PLBN terpadu Entikong, yang mana Money canger, sering kali mengejar-ngejar pengunjung yang datang. Bagaimana kita menyikapi masalah itu. Dan terkait saudara-saudara kita yang ngaleng di PLBN terpadu Entikong. Masalah daging Babi yang masuk ke indonesia, untuk yang memberi penjelasan dari Karantina. Karena yang berurusan pihak dari Karantina,” pungkasnya.

Wakapolsek Entikong, Iptu Eeng Suwenda menyampaikan pihaknya sudah mendapat informasi bahwa barang/narkoba tersebut ada yang melewati jalur tikus/setapak ada juga yang mekewati jalur resmi /PLBN. Ia juga memapaparkan dasar pemberlakuan STNK/TNKB LBN adalah PP No. 60 tahun 2016. Untuk biaya STNK/TNKB LBN adalah Rp20 ribu untuk STNK dan Rp200 ribu untuk TNKB LBN dengan masa berlaku STNK/TNKB LBN adalah satu bulan dan dapat diperpanjang.

“Mulai diberlakukannya sejak tanggal 01 April 2018. Kendaraan yang masuk ke Indonesia antara bulan April dan Mei sebanyak 663 kendaraan dengan jumlah uang yang diterima ke kas negara sebesar Rp264.600,000,” terangnya.

Kedepan Muspika Kecamatan Entikong akan mengarahkan pengaleng ke dalam untuk melakukan X ray.

“Dan untuk petugas Securty PLBN terpadu Entikong akan di adakan penambahan anggota, untuk masalah keamanan di PLBN kita akan melibatkan TNI – Polri,” ujar Eeng. (indra)