Surplus, Sanggau Klaim Mampu Ekspor Beras

oleh

SANGGAU – Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Hangpanghortikan) Kabupaten Sanggau, Jhon Hendri mengklaim, Sanggau sudah memiliki kemampuan untuk ekspor beras. Pasalnya, sejak beberapa tahun terakhir sudah mengalami surplus.

“Seperti pada tahun 2016 kita surplus 58 ribu ton. Sementara kebutuhan beras Sanggau per bulan dikisaran 130-140 ton. Itu berarti, kita sudah bisa ekspor beras ke Malaysia,” katanya ditemui di ruang kerjanya, Senin (04/06/18).

Bahkan, kata Jhon Hendri, Bulog juga sudah membeli beras petani sampai 250 ton. Kemudian, baru-baru ini juga dilakukan serapan gabah di Kecamatan Jangkang sebanyak 40,65 ton. Itu menandakan ketersedian beras di Sanggau cukup.

“Saat ini sebanyak 800 ton beras kita di bulog. Stok beras itu cukup untuk empat bulan kedepan. Dan kita juga baru melakukan sergap di Kecamatan Jangkang sebanyak 40,60 ton. Hasil panen 2018 bagus, hasilnya melimpah,” terangnya.

Dikatakan Jhon Hendri, pihaknya sudah sejak lama menjual beras ke kabupaten lain seperti ke Kabupaten Kubu Raya dan Ketapang. Namun untuk ekspor beras ke luar negeri harus ada keterlibatan investor atau pengusaha.

Pihaknya, lanjut Jhon Hendri, bagaimana menghasilkan dan menjaga kualitas beras. Namun ketika sudah bicara perdagangan, ada keterlibatan pengusaha dan Dinas Perindagkop dan UM. Karena disamping sudah punya investor atau pengusaha yang akan melakukan ekspor, harus mampu membangun jaringan di negera tujuan ekspor.

“Setelah ada komunikasi itu, tentulah bicara dokumen-dokumen ekspornya. Intinya, saya mendukung keterlibatan mereka (Kadin Sanggau) dan kalau bisa langsung action. Hanya saja, kami kan tidak sampai menemukan orang di Malaysia. Siapa orangnya, nah tidak mungkin juga kami lakukan itu,” pungkasnya.

Para investor atau pembisnis, kata Jhon Hendri, punya jaringan seperti itu di negara tujuan ekspor.

“Tinggal mereka bangun itu (jaringan), nanti baru bicara ada tidak beras kita. Kami lebih pada memproduksi sebenarnya,” tandasnya.

Jhon menambahkan, pada Oktober 2017 lalu, pemerintah sudah membuktikan bahwa bisa ekspor. Artinya tinggal melanjutkan, dan itu tetap harus ada pengusahanya. Sementara kemampuan dinas untuk mencari jaringan di Malaysia terbatas.

“Kalau bicara bagaimana dengan kualitas beras, nah itu baru saya semangat. Apalagi kita sudah punya penggilingan premium. Dan Sanggau merupakan daerah perbatasan, dari sisi akses mudah. Tapi siapa orang yang merasa mampu dari sisi sumber daya, dan modal? Saya juga tidak tahulah keuntungan yang diperoleh berapa besar, dan mungkin saja itu menjadi salah satu pertimbangan pengusaha untuk melakukan ekspor beras,” kata Jhon Hendri lagi. (indra)