Temu Kangen SMP Karya Santo Gabriel Sekadau Ditutup

oleh
Alumni SMP Karya Santo Gabriel. Foto : Sutarjo

SEKADAU – Ketua umum panitia pesta emas dan reuni akbar SMP Karya Santo Gabriel Sekadau, Aloysius dalam sambutanya mengatakan, bahwa momen temu kangen para alumnus menjadi tempat bagi semua alumnus untuk membentuk Ikatan Alumnus.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua alumni yang telah hadir, semoga kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif. Memori saya masih kuat, bahkan letak dan posisi Sekolah yang lama dan rumah-rumah yang berada disekitar sekolah saya masih ingat,” kata Aloy.

Lebih lanjut, pria yang juga Wakil Bupati Sekadau ini menambahkan, tak terasa kata Dia, sudah puluhan tahun berlalu kenangan waktu sekolah di SMP ini, yang pada saat itu kondisi bangunan sekolah sangat sederhana, namun telah menghasilkan para pengusaha, guru, pastor dan suster

“Sekolah itu juga yang mengantarkan saya bisa berdiri seperti ini bahkan menghantarkan saya menjadi Wakil Bupati.Saya angkatan tahun 1979,” kata Aloy.

Sementara itu Regen Kepala Sekolah SMP Santo Gabriel dalam sambutanya mengatakan, saat ini siswa SMP Santo Gabriel ada 325 orang, untuk yang lulus tahun ini ada 80 orang telah dinyatakan lulus seratus persen.

“Setiap tahun jumlah murid yang masuk ke SMP ini terus bertambah, artinya minat anak-anak untuk sekolah yayasan semakin baik, ini semua berkat dukungan dari para alumnus, yang mana anak-anak alumnus semua sekolah disini,” kata Regen.

Ditempat yang sama kepala paroki Sekadau pastor Kristianus dalam sambutanya mengatakan, berdirinya SMP Karya Santo Gabriel tidak terlepas dari kerja keras para misionoris dari luar Indonesia.

Mereka dengan rela di negerinya meninggalkan kemewahan dan kehidupan yang berkecukupan.

Berkat mereka para misionoris yang memiliki tekat baja dengan hati yang sebening kaca sehinga kedatangan mereka memberikan harapan dan pelayanan disegala bidang termasuk bidang pendidikan.

“Kita patut berterima kasih kepada para misionoris yang telah mengangkat harkat dan martabat orang dayak yang ada di Kabupaten Sekadau dan Sanggau puluhan tahun silam. Sebab, merekalah yang mendirikan sarana pendidikan sehinga generasi zaman dulu bisa mengenyam dunia pendidikan,” kata pastor.

Selama 50 tahun sanbung pastor para bruder, suster, dan para gembala umat lainya mendampingi serta membina anak-anak sekolah yang tingal di asrama-asrama pada waktu itu. Sebab, kata Dia lagi,  dengan segala kekurangan sarana mereka bisa mendidik anak-anak hingga bisa sekolah dan menimba ilmu dengan baik.

“Pengajaran di sekolah-sekolah dan pengajaran di gereja setiap hari Minggu yang mereka lakukan adalah sebagai bentuk karya pastoral yang dilakukan oleh para misionoris dengan hati yang tulus,” ucap pastor.

Masih kata pastor, momen 50 tahun berdirinya SMP Santo Gabriel merupakan suatu masa yang patut disyukuri sekaligus untuk dicermati dengan seksama, semua itu berkat kerja keras para misionoris yang telah menanamkan semangat pelayanan tanpa pamrih.

“Sikap penghargaan yang tulus dan rasa kasih yang mendalam terhadap masyarakat Dayak oleh para misionoris. Mereka telah menanamkan iman dan sejarah humanisasi untuk membangun masyarakat Dayak yang pada saat itu jauh tertingal. Maka wajib hukumnya untuk kita semua mensyukuri,” ajak pastor.

Pastor Iryadi mewakili uskup Sanggau-Sekadau dalam sambutanya meminat agar Ikatan almunus yang baru dibentuk tidak sekedar sebagai simbol belaka.

Organisasi yang diisi para alumnus itu hendakmya bekerja sama dengan yayasan guna mewujudkan dunia yang dikelola oleh yayasan.

“Ikatan Alumnus ini hendaknya menjadi tempat bagi kita untuk berkumpul guna mencari terobosan agar SMP ini bisa lebih berkembang dan maju. Mampu bersaing dengan sekolah lain,” tutupnya. (Sutarjo)