Seribu Pelaku Berhasil Diamankan Polda Kalbar, Dalam Operasi Pekat 2018

oleh

PONTIANAK – Sebanyak 1.144 pelaku berhasil diamankan jajaran Kepolisian Daerah Kalbar selama Operasi Pekat Kapuas, yang dilaksanakan mulai 11 Mei hingga 24 Mei 2018.

“Kegiatan yang dilaksanakan selama 14 hari ini sebagai bentuk pemeliharaan Kamtibmas selama bulan Ramadhan maupun menjelang Lebaran 2018,” ungkap Kapolda Kalbar, Irjen (Pol) Didi Haryono dalam keterangan persnya di Lapangan Januraga Polda Kalbar, Rabu (30/05/18).

Menurutnya, Operasi Pekat Kapuas 2018 ini dilaksanakan sebagai bentuk penegakan hukum yang efektif terhadap kejahatan-kejahatan yang meresahkan masyarakat, maupun terhadap penyakit-penyakit masyarakat yang masih marak.

“Operasi Pekat Kapuas 2018, difokuskan pada beberapa penyakit masyarakat, seperti narkoba, perjudian, minuman keras, prostitusi serta tindak pidana lainnya yang terkait dengan kejahatan jalanan seperti perkelahian, petasan, premanisme, sajam, dan lain lain,” tuturnya.

Berdasarkan data Polda Kalbar mencatat, sepanjang Operasi Pekat Kapuas 2018 yang digelar selama 14 hari tersebut, telah mengungkap sebanyak 1.011 kasus, terdiri dari 65 kasus narkoba, kemudian 25 kasus sajam, 269 kasus prostitusi, 241 kasus premanisme, 77 kasus perjudian, 194 kasus miras, 127 kasus petasan, delapan kasus perkelahian, dan lima kasus perdagangan orang.

“Kemudian, dari 1.144 pelaku yang diamankan, hingga saat ini, tercatat sebanyak 540 orang proses lidik, kemudian sebanyak 604 orang dilakukan pembinaan,” katanya.

Untuk barang bukti yang berhasil diamankan atau disita, diantaranya 183 paket sabu-sabu, 28 butir ekstasi, 102 handphone, 48 set kartu domino, dan 24 bilah senjata tajam, dan barang bukti berupa uang tunai Rp150 juta.

Untuk itu, Kapolda mengimbau kepada masyarakat agar menjauhi dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan seperti minum-minuman keras, prostitusi, perjudian, narkoba dan lain lain, karena tidak hanya mengganggu ketertiban dan kenyamanan tetapi juga dapat menyebabkan tindak pidana.

Kemudian, tidak menjual atau mengkonsumsi minuman keras karena dapat merusak kesehatan bahkan kematian, menjaga lingkungannya masing-masing melalui kepedulian dan perhatian untuk menciptakan suasana yang nyaman. (Humas Polda)