Adendum Amdal PPKS dan IPAL PT Agro Andalan Berjalan Lancar

oleh

SEKADAU – Rapat pembahasan dokumen adendum Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) RKL- RPL PT Agro Andalan terhadap kegiatan pemindahan lokasi pembangunan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PPKS) berjalan lancar, Kamis (31/05/18) di ruang rapat lantai II kantor bupati.

Rapat yang diperkasai oleh Dinas Lingkungan Hidup ini dihadiri oleh beberapa instansi terkait dan para tokoh masyarakat desa Setawar. Terlihat hadir Camat Sekadau Hulu, Yanson.

Konsultan pembangunan PPKS dalam paparanya mengatakan, PPKS yang dibangun di wilayah desa Setawar dengan kapasitas 60 ton perjam itu, masih berada di wilayah HGU PT Agro Andalan. Apalagi lokasi PPKS tidak jauh dari pemukiman penduduk, yang hanya berjarak satu kilometer saja.

“Untuk limbah, kami sudah siapkan tanggul yang baik, sesuai permintaan masyarakat, kami yakin tempat limbah yang akan kami buat tidak akan memgalami kebocoran,” terangnya.

Kepala Desa Setawar, Agus dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat mendukung pembangunan PPKS PT Agro Andalan, karena ini merupakan janji perusahaan sebelum masuk ke desanya pada tahun 2007 lalu.

“Kami mendukung pembangunan PPKS tersebut, sebab sebelum perusahaan masuk mereka menjanjikan akan membangun PPKS. Saya, berharap dengan berdirinya PPKS dapat mengurangi angka kemiskinan di desa Setawar,” harap Kades.

Camat Sekadau Hulu Yanson, dalam sambutan berharap, mudah-mudahan setelah dibangunya PPKS tersebut, dapat memberikan dampak positip terhadap kehidupan masyarakat di sana.

“Jangan sampai limbah Pabrik memcemari sungai Menterap, karena sampai saat ini air sungai masih di konsumsi masyarakat. Jadi, harus di perhatikan terutama mengenai kolam limbah, agar tidak merembes ke sungai ketika hujan turun,” kata Yanson.

Sementara itu Partudi, Manejer PPKS PT Agro Andalan kepada awak media mengatakan, mengenai rekrutmen karyawan Pabrik nantinya, ia tetap menggunakan aturan perusahaan. Karena, untuk karyawan pabrik tentu akan dicari yang sudah berpengalaman.

“Kita upayakan nanti, karyawan yang berpengalaman guna mendidik yang belum pengalaman. Karena, kalau kita nanti gunakan sistim dua sip, tentu karyawan yang sudah pengalaman akan mendampingi yang masih belajar,” katanya.

Dalam penerimaan karyawan kata dia, tetap memprioritaskan karyawam setempat yang sudah berpengalaman, untuk direkrut. (sutarjo)