Bukber di Bansir Laut, Ini Harapan Warga Kepada Cawako Harry

oleh
Calon Wali Kota Pontianak nomor 1, Harry Adryanto saat berbuka puasa bersama warga di tepian sungai kapuas. Foto : Dody

PONTIANAK – Sejumlah warga yang bermukim disepanjang tepian sungai Kapuas, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara berharap apabila paslon Pilwako Pontianak nomor urut 1, Harry-Yandi terpilih menjadi pemimpin Kota Pontianak kedepannya, agar dapat memahami dan mau menyerap aspirasi masyarakat di Kota Pontianak.

Hal itu disampaikan oleh warga setempat, saat berbuka puasa bersama calon Wali Kota Pontianak nomor 1, Harry Adryanto  di Gang Mendawai, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bansir Laut, Pontianak Tenggara, Rabu (30/05/18).

Warda, warga setempat menuturkan persoalan tentang sering terjadinya kecelakaan lalu lintas, diakibatkan karena lalu lalangnya Truk Tronton yang melintas di Jalan Imam Bonjol, Pontianak saat jam-jam sibuk.

“Kadang-kadang Truk Tronton yang melintas dijalan sering memakan korban, terutama warga disini yang banyak menjadi korban,” ujarnya.

Ia berharap, bila Cawako Harry terpilih menjadi Wali Kota Pontianak nantinya, agar dapat mengatur waktu Truk Tronton yang melintas di Jalan Imam Bonjol, Pontianak.

“Apabil Pak Harry jadi Wali Kota, Saya hanya minta agar Truk Tronton tidak melintas di jam-jam sibuk, kalau bisa diatur waktunya,” ujarnya.

Ditambahkannya, selama ini, pemerintah setempat tidak peka dengan aspirasi masyarakat, karena mengganggap persoalan ini sepele.

“Seharusnya pemerintah mesti sadar, bahwa persoalan ini mengancam keselamatan warga,” ujarnya.

Sementara itu, calon Wali Kota Pontianak nomor  urut 1, Harry Adryanto menuturkan apabila terpilih menjadi Wali Kota, di dalam pemerintahannya nanti, Ia akan memanggil para pelaku usaha pemilik Truk Tronton, untuk membahas persoalan mengenai lalu lalangnya Truk Tronton disaat jam-jam sibuk.

“Saya nanti akan memanggil pemilik Tronton itu, untuk mendiskusikan persoalan yang mengancam keselamatan warga disini,” ujarnya.

Untuk mengatur itu, Ia melanjutkan, akan mengeluarkan aturan, yang membatasi waktu melintas Truk Tronton, sehingga warga setempat pun tidak merasa was-was dengan keselamatan mereka.

“Saya akan mengeluarkan perwako, yang mengatur batas waktu kendaraan seperti Truk Tronton yang mengancam keselamatan warga,” ujarnya.

Ia menambahkan akan lebih memperhatikan lagi aspirasi masyarakat, dengan membentukan satuan khusus, yang akan di tempatkan disetiap kantor Kelurahan di Kota Pontianak.

“Untuk mengetehui persoalan masyarakat, Saya nantinya akan membentuk satuan khusus di 29 Kelurahan. Dimana satuan khusus nantinya akan dipimpin oleh seorang sarjana dari lulusan Perguruan Tinggi maupun IPDN terbaik,” ujarnya. (Dody)