Kadis Kesehatan Ajak Cegah Penularan DBD Dengan 3 M

oleh

SEKADAU – Maraknya wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di beberapa tempat di Kabupaten Sekadau, membuat Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Sekadau, Emanuel mengajak semua warga untuk mencegah penularan DBD dengan 3 M.

Secara umum kata Ema, ada 4 faktor penyebab munculnya bibit penyakit. Pertama, kebersihan lingkungan 40 persen, kemudian perilaku hidup 30 persen, baru kemudian pelayanan kesehatan 20 persen dan yang terakhir adalah faktor penyakit keturunan 10 persen.

“Ke empat faktor tersebut sangat berpengaruh terjadinya penularan penyakit  DBD yang disebabkan virus lewat nyamuk Aedes Aegypty. Dua faktor yang paling dominan penyebabnya yaitu lingkungan dan prilaku hidup,” katanya.

Penyebab terbesar terjadinya penyebaran penyakit DBB adalah faktor kebersihan lingkungan dan masyarakat. Sebab, kebersihan memiliki peran penting dan penyebab terbesar munculnya penyakit.

“Sedangkan faktor pelayanan kesehatan hanya 20 persen,” katanya

Untuk itu, pihaknya mengajak semua stakeholder yang ada, mulai dari keluarga, kelompok, serta seluruh masyarakat di Kabupaten Sekadau agar bersama-sama  melaksanakan program kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN ) melalui  Menguras dan membersihkan tempat penampungan air, seperti bak mandi, ember air, dan tempat penampungan air. Menutup rapat -rapat tempat penampungan air, dan Mendaur ulang barang barang bekas yang memiliki potensi untuk menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Selain itu lanjut dia, upaya 3 M sebagai salah satu cara untuk memberantas berkembangnya Nyamuk Aedes Aegypty yakni dengan cara , Menaburkan serbuk abate (abatisasi) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, Menggunakan obat anti nyamuk  atau Lotion anti nyamuk pada saat siang hari, kemudian Memasang kelambu pada tempat tidur.

“Selanjutnya emelihara ikan pemakan jentik nyamuk di bak penampungan air, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah, kemudian  menanam tanaman pengusir nyamuk (lavender),” ujarnya.

Selain itu, dengan cara menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahatnya nyamuk. (sutarjo)