Asisten I Setda Sanggau Bantah Keluarkan Kata Kasar

oleh

SANGGAU – Asisten I Bupati Sanggau bidang pemerintahan, hukum dan HAM, Wilibrodus Welly memberikan klarifikasi atas pemberitan media yang menyebut Jaksa dengan kata – kata tak layak.

Ia mengaku tak pernah mengeluarkan statmen tersebut diforum rapat Kominda dan lintas sektoral yang digelar Kamis tanggal 24 Mei 2018 pagi di lantai I Setda Sanggau.

Dihadapan sejumlah awak media, dia menceritakan kronologis awalnya. Di dalam rapat tersebut Ia mengingatkan kepada audien bahwa narkoba adalah bahaya laten yang harus kita perangi bersama. Untuk kasus narkoba ini, Ia mengaku memiliki catatan pribadi.

“Saya bilang kepada audien anak – anak kalian dijaga. Kalau melihat anak – anak kita terindikasi narkoba cepat lapor ke BNN supaya cepat ditangani. Terakhir saya menceritakan pengalaman pribadi saya yang harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk menyewa pengacara agar anak saya itu tidak terlalu berat hukumannya. Mungkin ada yang tersinggung dengan omongan saya itu, saya pribadi mohon maaflah. Tapi tidak ada maksud menyinggung siapapun, apalagi institusi Kejaksaan. Apa yang saya sampaikan tak lebih dari warning kepada audien untuk berhati – hati terhadap bahaya laten narkoba ini,” terangnya.

Wilibrodus Welly mengaku sudah menemui pihak Kejaksaan dan memintaa maaf langsung kepada Kejaksaan.

“Kami tadi sudah berkomunikasi dan saya meminta maaf langsung dengan Kejaksaan yang diwakili Kasi Intel. Mudah – mudahan permintaan maaf kami ini bisa diterima,” harapnya.

Menjawab klasifikasi Asisten I Setda Sanggau itu, Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau yang diwakili Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejaksaan Negeri Sanggau, Imam membenarkan bahwa memang tadi pagi pihak Kejaksaan menerima kunjungan Asisten I Setda Sanggau diruang kerjanya. Kedatangan mantan Kepala Disdikpora Sanggau itu didampingi Kepala Kantor Kesbangpolinmas Antonius. Dalam pertemuan tersebut Imam menyebut bahwa secara pribadi tidak ada masalah dengan Pak Willi. Bahkan ia mengaku sudah memaafkan Asisten I itu.

“Saya bilang ke Pak Willi, saya secara pribadi tidak ada masalah dengan pak Willi, bahkan sudah saya maafkan, itu yang saya sampaikan,” kata Imam saat di temui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (25/05/18).

Hanya saja, Imam tetap tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap statmen Asisten I Setda Sanggau yang terlanjur sudah menjadi konsumsi peserta rapat yang hadir, termasuk media.

“Itukan forum rapat resmi. Disitu ada Polisi, ada BIN, ada BAIS, ada Instansi vertikal lainnya, ada OPD juga termasuk kawan – kawan media kan ada juga. Kehadiran saya di dalam forum rapat lintas sektoral itukan mewakili Pak Kajari. Artinya kehadiran saya mewakili institusi Kejaksaan, bukan pribadi dan pak Wili juga mewakili Pjs Bupati Sanggau membawa nama institusi Pemkab Sanggau,” terangnya.

Disinggung apakah pihaknya akan memaafkan Asisten I terkait statmennya tersebut, Imam kembali menegaskan bahwa secara pribadi ia sudah memaafkan, namun secara institusi Ia tak bisa memutuskan sendiri.

“Kita tunggu pak Kajari lah ya. Beliau nanti yang memutuskan apakah lanjut atau tidak, rekan – rekan media nanti kami kabari,” terangnya. (indra)