Pemuda Katolik Ancam Segel KPU Kalbar, Ini Sebabnya

oleh

PONTIANAK – Komisi Pemilihan Umum telah menetapkan lima komisioner KPU Kalimantan Barat. Namun, Pemuda Katolik Komisariat Kalbar menilai nama-nama yang terpilih tidak representatif dan mengabaikan aspek sosiologis di Kalbar. KPU juga dinilai tidak demokratis dalam menetapkan komisioner di Kalbar.

“Komisioner yang baru ini memiliki risiko politik yang tinggi. Ini berdampak pada stabilitas politik di daerah,” kata Ketua Pemuda Katolik Komda Kalbar, Maskendari.

Ia menilai KPU RI tidak mempertimbangkan risiko politik ini dalam menentukan komisioner KPU Kalbar. Padahal, Polri dan Bawaslu menempatkan Kalbar sebagai satu dari tiga provinsi yang rawan stabilitas politiknya.

“Kami melihat KPU tidak peka atas hal tersebut,” tegasnya.

Maskendari menegaskan Pemuda Katolik secara tegas menolak keputusan KPU RI atas penetapan nama-nama komisioner KPU Kalbar yang baru ini. Karena itu, kata Maskendari, KPU RI meninjau ulang keputusannya terkait penetapan nama-nama tersebut. Bila perlu, tegas Maskendari, KPU RI menganulir keputusan tersebut.

“Kami berencana melakukan aksi atas ini. Keputusan KPU RI mengabaikan realitas politik di Kalbar. Kami menduga KPU RI ikut andil dalam menambah potensi kerawanan dalam politik lokal,” katanya.

Seperti apa aksi yang akan dilakukan? Secara tegas, Maskendari mengatakan, pihaknya akan menyegel kantor KPU Kalbar.

“Kami juga menolak kehadiran KPU RI ke Kalbar,” tegasnya.

Kendati demikian, pihaknya tetap menghormati keputusan KPU RI atas penetapan nama-nama itu. Namun Ia berharap, komisioner KPU Kalbar yang baru ini bisa bekerja secara profesional dan proporsional.

“Kami ingatkan agar komisioner tidak bermain api,” pintanya. (*)