Kemenag Sanggau Tetapkan Nilai Zakat Fitrah

oleh

SANGGAU – Kementerian Agama Kabipaten Sanggau bersama instansi terkait dan Ormas Islam di Sanggau sepakat menetapkan nilai zakat fitrah 1439 H/2018 M.

Keputusan tersebut dikeluarkan setelah melalui proses rapat koordinasi yang digelar di ruang rapat Kantor Kementerian Agama Sanggau jalan H. Abbas Kelurahan Ilir Kota, Rabu (23/05/18) pagi.

Rapat koordinasi yang dipimpin langsung Kepala Kantor Kemenag Sanggau M. Taufik itu dihadiri Kasi Bimas Islam Kemenag Sanggau H. Toyib SA, Ketua MUI Sanggau, H. Mustafa, Sekretaris PC NU Sanggau M. Yusuf, Ketua Pengurus Muhammadiyah Sanggau Ade Djuandi, Komisioner BAZNAS Sanggau Indra, perwakilan Dinas Perindagkop dan UM Ratih Pujiastuti dan Kepala Bulog Sanggau Suriyansah.

Setelah melalui rapat, akhirnya, Kemenag beserta instansi terkait dan Ormas Islam di Sanggau sepakat menetapkan besaran zakat fitrah yang ditunaikan dengan makanan pokok (beras) sebanyak 2,5 Kg. Dan apabila dibayar dalam bentuk uang dapat diklasifikasikan dengan tiga kategori. Pertama yaitu bagi yang mengkonsumsi beras klasifikasi I 2,5 Kg x Rp 15.000 = Rp 37.500. Kedua, bagi yang mengkonsumsi beras klasifikasi II 2,5 Kg x Rp 14.000 = Rp 35.000 dan ketiga, bagi yang mengkonsumsi beras klasifikasi III 2,5 Kg x Rp 12.000 = Rp 30.000.

“Bagi yang mengkonsumsi berasnya berbeda dengan diatas dapat menyesuaikan dengan harga setempat,” kata Kepala Kantor Kemenag Sanggau, M. Taufik kepada wartawan, Kamis (24/05/18).

Taufik menambahkan, pelaksanaan zakat fitrah dimulai dari tanggal 1 Ramadhan 1439 H sampai dengan 1 Syawal 1439 H sebelum khotib membaca khutbah idul fitri. Taufik juga mengimbau kepada Muzakki agar menunaikan zakat maal, zakat fitrah, infaq dan shadaqoh melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) atau Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid/Surau/Dinas/Instansi di tempat masing – masing.

Kemudian, lanjutmya, dalam menunaikan zakat, khususnya zakat fitrah agar dapat dimanfaatkan oleh Mustahiq menyongsong hari raya, maka kepada masyarakat diharapkan menunaikan zakat H-3 (tiga hari) sebelum 1 Syawal 1439 H. Kepada BAZNAS/UPZ di upayakan penyaluran zakatnya kepada masyarakat di lingkungannya masing – masing dilaksanakan H-2 (dua hari) sebelum 1 Syawal 1439 H.

“Dan yang tak kalah pentingnya, kami minta UPZ melaporkan pelaksanaan pengelolaan zakat, infaq, shadaqoh dan dana sosial lainnya ke Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sanggau melalui Seksi Bimas Islam, BAZNAS Kabupaten Sanggau dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau secara berkala sesuai dengan perintah UU RI nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat,” ujar Taufik. (indra)