Komunitas Santri Kalbar Kecam Isu SARA

oleh

PONTIANAK – Ratusan pemuda yang tergabung dalam Komunitas Santri Kalbar, menyatakan dukungan kepada pasangan calon  Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar nomor urut dua, Karolin Margret Natasa dan Suryadman Gidot.

Dukungan disampaikan melalui deklarasi yang digelar di salah satu kedai kopi di Jalan Budi Karya, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (22/05/18) malam.

Selain mendukung dan siap memenangkan paslon Karolin-Gidot, Komunitas Santri Kalbar juga menyatakan sikap politiknya untuk mengawal Pilkada Kalbar serentak 2018 berjalan damai tanpa adanya isu SARA.

“Kami Komunitas Santri menolak sekaligus mengecam isu-isu SARA di Kalimantan Barat,” kata Gus Han, Ketua Komunitas Santri Kalbar.

Kedua, kami Komunitas Santri mengimbau kepada masyarakat Kalbar agar tidak terpancing isu-isu rasis yang mengganggu keutuhan NKRI.

Ketiga, kami Komunitas Santri Kalimantan Barat meminta para ulama, para pemuka agama untuk tidak mengeluarkan pernyataan politik agar tidak menimbulkan kegaduhan.

Keempat, kami Komunitas Santri Kalimantan Barat mengecam keras ayat-ayat tuhan dijadikan komoditas dan kepentingan politik.

Kelima, khususnya ayat di Almaidah, kami Santri Kalimantan Barat menyatakan sikap dan tegas ayat Almaidah tidak ada hubungannya dengan Pilkada.

Keenam, kami Komunitas Santri Kalimantan Barat akan menjaga semua pergulatan politik maupun non politik yang menggangu NKRI dan Ibu Pertiwi.

Ketujuh, kami Komunitas Santri Kalimantan Barat mencintai kebhinekaan dan keragaman Indonesia.

“Delapan dan terakhir, kami Komunitas Santri Kalimantan Barat dengan tegas dan lugas mendukung penuh Ibu Karolin Margret Natasa dan Bapak Suryadman Gidot sebagai gubernur 2018-2023,” tegas Gus Han. (*)