Karolin Gidot Prioritaskan Kesejahteraan Guru Honorer

oleh

PONTIANAK – Cawagub Kalbar nomor urut 2, Suryadman Gidot menggelar kampanye dialogis dan pertemuan dengan masyarakat serta guru honorer yang berada di Kabupaten Mempawah, Rabu (23/05/18).

Bupati Bengkayang dua periode ini menuturkan, jika pendidikan menjadi elemen penting yang jadi prioritas Karolin-Gidot untuk membangun Kalbar nantinya jika telah secara resmi terpilih.

“Kedepan, suka tidak suka, mau tidak mau, guru harus menjadi perhatian serius agar bisa menjadi lebih baik untuk kedepan,” tegasnya.

Menurut Gidot yang berlatar belakang sebagai guru, pendidikan juga merupakan penyumbang terbesar untuk IPM, maka dari itu segalanya harus dimulai dari pendidikan.

Ketua DPD Partai Demokrat ini melihat, pendidikan baiknya tidak hanya ditangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, namun pendidikan juga ditangani Kementrian Agama.

Hal tersebut karena, pada akhirnya output dari pendidikan nanti akan menghasilkan SDM disebuah Kabupaten Kota atau provinsi.

“Saya berkepentingan dan minta bantu untuk pendataan guru honorer, nantinya akan ditingkat gaji dan kesejahteraan guru honorer agar gaji nantinya bisa setara dengan Upah Minimum Kabupaten,” ujarnya.

Namun, menurut Suryadman Gidot, hal-hal lain seperti untuk mengangkat jadi ASN bukan kewenangan dari Provinsi, namun kewenangan dari pemerintah pusat.

Walaupun begitu, pihaknya juga akan mendorong pemerintah melalui DPR RI menyelesaikan persoalan guru kontrak terutama K2 dan K3 yang ada di Kabupaten Kota di seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, mendorong terciptanya pendidikan berkualitas dan terakses serta merata juga merupakan program dari Karolin-Gidot. Termasuk mensinergikan peningkatan kualitas dan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan. (*)