Warga Negara Malaysia terjaring Operasi Pekat

oleh

SANGGAU – Untuk mencegah peredaran minuman keras, prostitusi dan premanisme di wilayah hukum Polsek Entikong, aparat kepolisian menggelar operasi penyakit masyarakat. Dari operasi tersebut, 17 orang terjaring razia, dua diantaranya warga Malaysia.

Warga Malaysia yang terjaring tersebut adalah Donald Anak Jack (35) dengn alamat Kampung Entubuh, Tebedu, Serawak. Ia terjaring razia disalah satu penginapan kamar nomor 22. Dari pemeriksaan, yang bersangkutan memiliki dokumen PLB, Lesen (KTP). Donald terjaring razia bersama pasangan wanitanya.

Sementara dari kamar nomor 23, petugas juga mengamankan Banard (27) warga Malaysia lainnya. Setelah diperiksa, yang bersangkutan tak memiliki dokumen yang sah. Banard juga terjaring bersama wanita yang bukan mukhrimnya.

Kapolsek Entikong, Kompol. M. Shidiq kepada wartawan, Minggu (20/05/18) mengatakan, untuk rute operasi pekat ini yakni jalan baru Santo, Dusun Sontas, Terminal Bis Entikong, Jalan Lingkar Patoka, Penginapan Libas, Penginapan Pangkaras, PLBN Entikong dan Rusunawa Entikong.

Selain mengamankan pasangan muda-mudi tanpa ikatan pernikahan, petugas juga mengamankan tiga pemuda yang asik minum-minuman keras.

“Ada tiga orang pemuda yang kedapatan sedang asik menikmati minum-minuman keras,” kata Kapolsek.

“Disalah satu penginapan, kamar nomor 15 ada seorang laki – laki yang mungkin panik sehingga bersembunyi di atas dek kamar tetapi akhirnya anggota mengetahui hal tersebut kemudian oleh Panit Reskrim diperintahkan untuk turun,” tambah Kapolsek.

Sementara di jalan baru depan Rusunawa Entikong ditemukan 6 orang pelajar yang sedang meminum minuman keras.

“Status mereka ini masih pelajar SMP, tapi mengkonsumsi minum – minuman keras, kita khawatir kalau dibiarkan akan merusak masa depan mereka nantinya,” kata Kapolsek.

Selanjutnya ke 17 orang tersebut dibawa ke Mapolsek Entikong untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Hasil dari pemeriksaan yang dilakukan 1 orang warga negara Malaysia atasnama Banard yang tidak memiliki dokumen paspor/PLB dikenakan UU Keimigrasian dan telah diterbitkan laporan polisi. Sedangkan untuk ke 16 orang lainnya diberikan peringatan dan membuat pernyataan,” pungkasnya. (indra)