Tomas Sekadau Prihatin Soal Pengusiran Wartawan

oleh

SEKADAU – Tokoh masyarakat Kabupaten Sekadau, Paulus Lion mengecam larangan peliputan berita oleh oknum karyawan PT. AAL ketika adanya rapat bersama unsur forkompimda Sekadau dan Forkompimca Sekadau Hilir saat di Aula hotel Pondok Indah, Kamis, 17 Mei lalu.

“Saya mengecam fihak-fihak yang melarang dan menghalangi peliputan berita oleh wartawan di Sekadau. Sebab, zaman now adalah zaman keterbukaan, tidak ada hal-hal yang menyangkut kepentingan masyarakat apalagi itu soal HGU ditutup tutupi,” kata Paulus Lion, Minggu (20/5/18).

Ia berharap kedepan hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi, mengingat semua orang berhak mengetahui apa yang yang terjadi. Apalagi di era keterbukaan informasi publik seperti sekarang, seharusnya semua pihak tidak menhalang-halangi peliputan oleh wartawan.

“Karena,mereka bertugas untuk mencari informasi untuk disampaikan ke publik,” kata Lion.

Sementara Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupi Republik Indonesia (GNPK-RI) Sekadau, Paulus Subarno menyayangkan bahwa di zaman seperti ini masih ada pihak-pihak yang coba mengekang kebebasan pers di Sekadau.

“Secara pribadi dan organisasi saya prihatin, ada apa dengan PT. AAL sehinga wartawan tidak bisa melakukan peliputan rapat dengan Pemda dan pihak lain untuk penentuan HGU. Ada apa sehingga  media tak bisa mengakses,” katanya.

Ia berharap kepada semua pihak untuk menghormati dan memahami UU nomor 40/1999/ tentang pers. Apapun alasanya kebebasan pers harus dijunjung.

“Sebagai tokoh masyarakat dan ketua ormas, saya mengajak semua pihak untuk memghormati para jurnalis yag bertugas di Sekadau. Kita harus menentang oknun yang berusaha megekang kebebasan pers Sekadau,” tegasnya. (sutarjo)